Gakkum KLHK Sulawesi Gagalkan Penyelundupan Kayu Meranti di Perairan Muna

Klikhijau.com - Tim Operasi Pengamanan Hutan Tumbuhan dan Satwa Liar Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade  Anoa, Balai Gakkum KLHK, Wilayah Sulawesi gagalkan penyelundupan kayu Meranti...

Gakkum KLHK Sulawesi Gagalkan Penyelundupan Kayu Meranti di Perairan Muna
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Tim Operasi Pengamanan Hutan Tumbuhan dan Satwa Liar Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade  Anoa, Balai Gakkum KLHK, Wilayah Sulawesi gagalkan penyelundupan kayu Meranti di Perairan Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Operasi ini sukses berkat kerjasama dengan BKSDA Sultra dan Polda Sultra. Pada  19 Agustus 2021, Tim operasi mengamankan 1 kapal bermuatan kayu olahan jenis meranti sebanyak 40 m3 di perairan Muna, Desa Langkoroni, Kecamatan Maligano.

Penyidik Ditjen Gakkum KLHK kemudian menetapkan AR (37) – kapten kapal layar motor Bunga Setia sebagai tersangka.

“Saya berterima kasih kepada  Anggota SPORC Brigade Anoa Pos Gakkum Kendari dan para penyidik, serta pihak lain yang telah mendukung penanganan kasus ini, terutama Kepala Balai KSDA Sultra dan Kapolda Sultra,” kata Dodi Kurniawan, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sulawesi pada Klikhijau, Kamis 26 Agustus 2021.

Penyidik Ditjen Gakkum tidak akan berhenti sampai pada tersangka AR, kata Dodi Kurniawan.

“Kami akan mengembangkan kasus ini ke pihak lain yang terlibat agar bisa memberikan efek jera,” terangnya.

AR yang kapten kapal, LI (37) BAS kapal, dan ND (30) ABK kapal, menerangkan kayu olahan itu diangkut dari Pelabuhan Desa Longkoroni degan rakit. Selanjutnya kayu-kayu itu dipindahkan ke atas kapal layar motor Bunga Setia atau perintah seorang cukong berinisial SM.

Kayu-kayu tidak dilengkapi dokumen sahnya hasil hutan maupun dokumen kepemilikan lainnya. Kayu-kayu itu diduga berasal dari Kawasan Konservasi BKSDA Sulawesi Tenggara, wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah I Baubau. Kemudian diangkut menuju Wilayah Sulawesi Selatan.

Peredaran kayu ilegal marak

Kasus ini berawal dari informasi Balai KSDA Sulawesi Tenggara terkait maraknya peredaran hasil hutan berupa kayu olahan secara ilegal yang diangkut oleh kapal layar motor di sekitar pelabuhan Desa Langkoroni.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2