Konsep Ekonomi Sirkular dan ESG untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Klikhijau.com - Pemerintah menyiapkan konsep ekonomi sirkular yang akan diintegrasikan ke dalam pembangunan ekonomi hijau rendah karbon. Konsep ini dianggap paling tepat untuk mendorong transformasi e...

Konsep Ekonomi Sirkular dan ESG untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Pemerintah menyiapkan konsep ekonomi sirkular yang akan diintegrasikan ke dalam pembangunan ekonomi hijau rendah karbon. Konsep ini dianggap paling tepat untuk mendorong transformasi ekonomi terutama sektor industri pasca pandemi berakhir.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto, dalam diskusi Forum Editor yang diselenggarakan Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) bekerja sama dengan PwC Indonesia.

Arifin mengatakan, setelah pandemi rantai produksi industri akan mengalami transformasi dan meningkatkan adaptasi teknologi digital.

Konsumsi swasta melemah tajam sehingga diperlukan penyesuaian pada rantai pasok yang juga akan mengalami transformasi dengan menitikberatkan pada analisis risiko dan proyeksi permintaan akhir produk yang lebih realistis.

“Konsep ekonomi sirkular akan menghasilkan sejumlah keuntungan. Mengutip hasil studi Bappenas dan UNDP, konsep 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Refurbish, Renew) di Indonesia dapat meningkatkan PDB sebesar lima triliunan rupiah. Ekonomi sirkular dapat meningkatkan PDB pada kisaran Rp 593 - Rp 638 triliun pada tahun 2030. Diperkirakan 4,4 juta lapangan kerja hijau tercipta hingga tahun 2030, dimana 75 persen dari total pekerja merupakan tenaga kerja perempuan dan mengurangi timbunan limbah sebesar 18-52 persen dibandingkan business as usual pada tahun 2030 serta berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 126 juta ton CO2,” tambah Arifin.

Integrasi ekonomi sirkular menjadi agenda prioritas nasional yang dituangkan ke dalam RPJMN tahun 2020-2024. Langkah ini menjadi milestone penting guna mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

Untuk memperkuat implementasi ekonomi sirkular, pemerintah membuat roadmap dengan harapan terintegrasi secara nasional pada pembangunan menengah nasional 2025-2029 untuk pemerintahan yang akan datang.

Bappenas telah melakukan kajian resources efficiency, dampak ekonomi sirkular pada pemulihan ekonomi hijau di sejumlah sektor.

Antara lain sektor makanan dan minuman, peningkatan kapasitas dan kesadaran publik. Selain itu, telah dibentuk sekretariat ekonomi sirkular di bawah sekretariat pembangunan rendah karbon.

Arifin melanjutkan, ekonomi sirkular akan sejalan dengan indeks ESG (Environmental, Social, Governance) sebagai alat untuk mencapai ekonomi berkelanjutan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2