Pohon dan Vetiver, Harapan Baru Atasi Masalah Dam Gajah Mungkur

Klikhijau.com - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogir. Bertujuan untuk bersama-sama masyarakat melakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon dan...

Pohon dan Vetiver, Harapan Baru  Atasi Masalah Dam Gajah Mungkur
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Desa Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogir. Bertujuan untuk bersama-sama masyarakat melakukan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon dan tanaman vetiver guna mengatasi sedimentasi Dam (waduk) Gajah Mungkur.

Presiden Jokowi menyampaikan kombinasi penanaman ini penting untuk melindungi Dam Gajah Mungkur dari pendangkalan akibat masuknya sedimen dari wilayah hulu waduk. Penanaman ini juga sekaligus mengajak masyarakat untuk menanam lahan kritis secara tepat.

"Ini ada pohon durian ada, sirsak ada, klengkeng ada. Jadi kombinasi antara sengon/albasia dengan vetiver. Ini baik untuk ditanam di tempat yang curam yang rawan longsor. Di daerah hulu yang fungsi mengikat tanahnya penting, ini perlu ditanam vetiver," jelas Presiden Jokowi, di hadapan masyarakat Desa Jatisari, Sabtu, 15 Februari 2020.

Presiden juga menjelaskan bahwa Dam Gajah Mungkur yang merupakan infrastruktur sumberdaya air strategis nasional, laju sedimentasi total pertahunnya mencapai sebesar 3,2 juta m3/ tahun. Namun setiap tahun perlu dilakukan pengerukan sedimen untuk menghindari pendangkalan. Presiden menekankan pentingnya pengurusan wilayah hulu Dam.

"Tiap tahun dikeruk muncul lagi karena hulunya perlu diurus. Ini yang mau kita urus. Nanti pohon-pohon ini ada sengon, dan pohon buah-buahan, yang nanti dibagikan kepada masyarakat. Sehingga dari sisi ekonominya dapet, lalu untuk fungsi lingkungan dari fungsi untuk merawat tanah dan air dapet," tambah Presiden.

Penanaman pohon dan vetiver oleh Presiden di Desa Jatisari salah satunya karena Desa Jatisari yang masuk Sub DAS Keduang, salah satu dari 10 Sub DAS di Daerah Tangkapan Air (DTA) Dam Gajah Mungkur, adalah subdas paling besar menyuplai sedimen ke dalam badan Dam Gajah Mungkur, yaitu sedimen sebesar 1,2 juta m3/tahun atau menyumbangkan 37,5% dari total sedimen yang masuk.

Dapat diaplikasi ke Dam lain

Jika model rehabilitasi ini berhasil di Dam Gajah Mungkur, Presiden ingin agar dapat direplikasi di Dam-Dam lainnya di seluruh Indonesia.

Sisi penting dari kegiatan ini ialah penanaman sebagai upaya mengajak masyarakat memahami dan praktek tentang perlindungan, dan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon.

Dam Gajah Mungkur memiliki luas genangan ±8.800 ha dengan daerah tangkapan air (DTA) seluas ± 135.000 ha. Dam Gajah Mungkur memiliki 10 sub DAS diantaranya adalah sub DAS Keduang seluas 5.800 Ha, terluas ke-3 setelah subdas Wiroko 9.480 Ha dan sub DAS Solo Hulu seluas 7.640 Ha.

Pada kesempatan ini Presiden Jokowi melakukan penanaman pohon bersama 2.170 anggota masyarakat, termasuk pramuka dan TNI. Penanaman dengan pola agroforestri tersebut dilakukan pada lahan seluas ± 2,5 hektar dengan tingkat erosi tebing yang tinggi dan masif. Adapun pohon yang ditanam sebanyak 22.500 batang pada areal bekas longsor, dan ditanami dengan pola agroforestry pohon buah-buahan dan porang. Sedangkan pada bagian yang kemiringannya relatif curam, ditanam dengan vetiver.

Menteri LHK Siti Nurbaya mengungkapkan keberhasilan upaya revitalisasi ini perlu didukung suplai bibit melalui Kebun Bibit Desa yang harus tersedia di tempat-tempat yang harus dilakukan rehabilitasi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2