Manisnya Manfaat Kayu Manis

Klikhijau.com - Kayu manis atau Cinnamomum burmannii termasuk tanaman yang pertumbuhannya cukup lambat. Tanaman ini, seolah menjadi tanaman liar saja, khususnya di kebun kopi dan cengkeh. Tanaman y...

Manisnya Manfaat Kayu Manis
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Kayu manis atau Cinnamomum burmannii termasuk tanaman yang pertumbuhannya cukup lambat. Tanaman ini, seolah menjadi tanaman liar saja, khususnya di kebun kopi dan cengkeh.

Tanaman yang termasuk ke dalam famili Lauraceae ini tumbuh melalui biji. Karena itu, saat ada kayu manis yang mulai berbuah, maka bibitnya bisa tersebar meluas.

Saat masih kecil, batangnya terlihat gemulai dan imut. Jika dilihat sekilas, tidak ada yang menyangka jika kayu manis adalah salah satu komoditas hasil rempah-rempahan unggulan Indonesia.

Karena menjadi rempah unggulan, tanaman ini pun banyak dibudidayakan. Tanaman dari genus Cinnamomum ini tidak hanya satu spesies saja, tapi ada sekitar 247 spesies yang telah teridentifikasi dan tersebar di seluruh penjuru dunia.

Bagian yang paling banyak dimanfaatkan dari tanaman ini adalah kulit batangnya. Kulitnya dapat diolah menjadi bahan tambahan makanan, misalnya kue maupun minuman.

Bukan hanya kulit batangnya yang dapat dimanfaatkan, tapi juga dan daunnya dapat diolah menjadi minyak atsiri. Hanya saja untuk pengelolaan daunnya masih minim.

Kandungan dan manfaat

Nur Ilmi dkk, (2022) mengungkapkan, kayu manis memiliki beragam kandungan senyawa. Satu di antaranya adalah flavonoid.

Flavonoid  ini adalah  senyawa organik alami yang terdapat pada daun, akar, benang sari, kulit kayu,  bungah, buah, dan biji buah tanaman.

Manfaat flavonoid cukup banyak, di antaranya dapat memberikan efek menguntungkan dalam melawan penyakit diabetes mellitus, baik melalui kemampuan mengontrol kadar gula darah serta mengoptimalkan kerja organ pankreas. Itu artinya kayu manis bisa menjadi obat diabetes.

Kayu manis, secara tradisional memang telah populer sebagai bahan rempah. Tanaman ini memiliki efek pengobatan pada sejumlah penyakit. Saat ini efek biologisnya tersebut dalam mengobati penyakit telah terbukti secara ilmiah (Sahib, 2016).

Produk pangan dari tanaman ini biasanya dalam bentuk potongan gulungan asli atau dengan bubuk alami. Aplikasinya dalam bidang pangan, pada umumnya dominan digunakan pada produk makanan, misalnya kue kue, roti, hingga campuran es krim.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2