Kisah Sampah yang Menghuni Sepanjang Jalan Nusantara

Klikhijau.com – Setiap perjalanan memiliki kisahnya sendiri. Perjalanan saya hari ini, Selasa, 19 Februari 2019 dari Kecamatan Mallawa, Maros menuju Sungguminasa, Gowa. Selain meninggalkan rasa cap...

Kisah Sampah yang Menghuni Sepanjang Jalan Nusantara
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Setiap perjalanan memiliki kisahnya sendiri. Perjalanan saya hari ini, Selasa, 19 Februari 2019 dari Kecamatan Mallawa, Maros menuju Sungguminasa, Gowa.

Selain meninggalkan rasa capek dan pening di kepala, juga meninggalkan bayangan sampah yang terdapat di pinggir jalan. Sepanjang jalan itu, sampah tak berjeda ditangkap tatapan saya.

Entah sampah yang berserakan di pinggir jalan itu berasal dari mana, saya tak melihat orang yang membuang sampah.

Tapi, saya merasa patut mencurigai pengguna jalan, sebab banyak sampah di pinggir jalan padahal tak ada rumah penduduk yang dekat.

Semisal di jalan poros menuju Kota Maros menuju Makassar dari arah Soppeng dan Bone di sisi kiri dan kanan sisi kiri dan kanan jalan banyak dihuni sampah.

Bahkan tak jauh dari rumah ketua RT Dusun Padanglohe, Maros tumpukan sampah di sebelah kiri jalan menumpuk. Padahal di bawahnya terdapat aliran sungai

Sepanjang jalan poros tersebut, sampah setia menghuni sisi kiri dan kanan jalan. Tak peduli ada rumah penduduk atau tak ada.

Banyak yang merasa tak bersalah jika membuang sampah di pinggir jalan. Seakan sampah yang dibuang itu, tak menimbulkan ancaman apa apa.

Padahal sampah yang tak terkelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran  lingkungan, yang berujung pada ancaman terhadap kenyamanan dan keselamatan hidup kita.

Lalu, bagaimana  regulasi pemerintah Indonesia menangani sampah plastik?

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2