Tetap Merawat Kewaspadaan! Puncak Hujan di Sulsel hingga Februari 2022

Klikhijau.com – Status hujan, banjir dan juga genangan, dua hari terakhir mewabah di media sosial (medsos). Terutama pengguna medsos yang berada di Sulawesi Selatan. Status seperti itu sepertinya akan...

Tetap Merawat Kewaspadaan! Puncak Hujan di Sulsel hingga Februari 2022
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Status hujan, banjir dan juga genangan, dua hari terakhir mewabah di media sosial (medsos). Terutama pengguna medsos yang berada di Sulawesi Selatan. Status seperti itu sepertinya akan awet karena puncak musim hujan masih akan berlangsung lama.

Dua hari terakhir ini intensitas curah hujan memang sangat tinggi di Sulsel. Itu pula yang menyebabkan beberapa daerah mengalami bencana banjir, di antaranya Kabupaten, Soppeng, Barru, Gowa, dan Kota Makassar.

Musim hujan beberapa tahun belakangan ini memang telah jadi momok menakutkan. Hujan ibarat buah simalakama, tidak datang dirindukan, datang akan dibenci.

Bulan Desember, sepertinya bukan hanya bulan terakhir di tahun 2021 ini. Tapi, juga akan jadi bulan yang paling meresahkan karena adanya musim hujan. Musim yang tak hanya menawarkan kehidupan, tapi juga bencana—hal yang perlu diwaspadai bersama.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah 4, Hanafi Hamzah mengatakan, awal musim hujan bulan Desember ini, pihak BMKG sudah membuat warning untuk awal-awal bulan untuk antisipasi kemungkinan cuaca ekstrem sampai tanggal 9 mendatang.

"Bukan berarti setelah tanggal 9 itu tidak ada curah hujan seperti saat ini. Jadi, untuk langkah awal dulu sampai tanggal 9. Setelah itu kita akan membuat lagi, akan menganalisis lagi bagaimana hubungan dinamika atmosfir, apakah kemungkinan itu masih terjadi atau tidak, yang jelas baru awal," ujarnya saat diwawancarai Klikhijau, 7 Desember 2021.

[caption id="attachment_23352" align="alignnone" width="630"]banjir Wawancara Klikhijau dengan BMKG - Foto/AYL[/caption]

Pengaruh fenomena La Nina

Hanafi juga menambahkan, bulan Desember berjumlah 31 hari, sekarang sudah tanggal tujuh. Jadi, ada jeda selama bulan Desember tanggal berapa kemarin tidak terjadi hujan. Memang selama berapa hari ini terjadi hujan dan dua hari terakhir terutama hari ini, Selasa, 7 Desember 2021  telah masuk dalam kategori ekstrem. Jadi, curah hujannya lebih dari 100 mm yang di catat di depan itu 300mm sehingga sangat-sangat ekstrem.

Menurutnya pula, tingginya intensitas kali ini dipengaruhi dengan fenomena La Nina. Itu merupakan fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah yang mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

Pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.

"Jadi, memang yang harus kita akui bersama bahwa musim hujan kali ini adalah musim hujan fenomena La Nina sementara berlangsung. Jadi, fenomena La Nina ini ditandai dampaknya jatuh di wilayah kita apabila terjadi pada musim hujan. Hal itu dapat menambah akumulasi atau jumlah curah hujan, bahkan bisa mencapai 100 persen dibandingkan rata-rata normalnya," terang Hanafi.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2