Tak Ada Kopi di Kindang, Hanya Ada Ere Bambang

Klikhijau.com - Baik, saya spill tipis-tipis satu rahasia di kampung saya, Desa Kindang. Ini tentang kopi, tepatnya kopi yang telah diseduh dan siap disesap. Rahasia yang akan membuat Kaldi, sang p...

Tak Ada Kopi di Kindang, Hanya Ada Ere Bambang
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com - Baik, saya spill tipis-tipis satu rahasia di kampung saya, Desa Kindang. Ini tentang kopi, tepatnya kopi yang telah diseduh dan siap disesap.

Rahasia yang akan membuat Kaldi, sang penemu biji kopi dari tanah Arab (ada pula pendapat dari  tanah Kaffa, Ethiopia) itu akan garuk kepala. Namun, dari mana pun asalnya Bung Kaldi, ia telah berjasa besar menemukan minuman paling populer di dunia.

Atau sangat mungkin bukan hanya si Kaldi yang berprofesi sebagai penggembala kambing itu akan garuk kepala, tetapi juga kamu. Jika kamu ke warkop atau kafe, lidahmu tentu akan terlatih memesan kopi dengan menyebut namanya, entah kopi susu, kopi hitam atau kopi yang namanya lebih asing dan mantanmu, black coffee misalnya.

Apa pun jenis minum kopi yang dipesan, kamu akan menyebut nama kopi pada minuman pesananmu itu.

Namun, jika kamu ke kampung saya, jangan pernah mencari air kopi. Tak ada kopi di Kindang. Tak ada, yang ada hanya ada ere bambang. Namun, jangan pula kaget jika yang datang ke hadapanmu adalah air hitam pekat. Itu adalah air panas bercampur kopi yang siap disesap.

Di Desa Kindang, sejak dulu, ada satu hal tak pupus hingga kini. Setiap ada yang bertamu ke rumah warga. Suguhan "wajibnya" adalah kopi. Kamu bisa buktikan. Jangan berharap banyak akan disuguhi teh, susu apalagi milo.

Suguhan wajib bagi tamu adalah kopi. Tak peduli itu tamu dari jauh atau tetangga yang sedang datang manaikang. Manaikang adalah berkunjung ke rumah tetangga yang lain. Ini adalah upaya sederhana masyarakat desa menjaga silaturahmi dan mengetahui kabar tetangganya.

Jika ada rumah yang didatangi tanpa menyuguhkan ere bambang (kopi panas), itu bisa menjadi salah satu indikator penting untuk menilai, orang tersebut termasuk pelit atau sedang dalam masa pailit. Tak ada bubuk kopinya.

Menyuguhkan ere bambang kepada tamu bukan sekadar upaya menghormati tamu, tapi juga adalah sebuah harga diri. 

Kaum perempuan yang ada di satu rumah, jika ada tamu. Tanpa dikomando akan membuatkan tamunya ere bambang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2