Seekor Camar di Bahu Mercusuar

Seekor Camar di Bahu Mercusuar   Seekor camar bertengger di bahu mercusuar Tak ada yang menyangsikan persahabatan mereka Kecuali lampu menara yang kian redup Mercusuar itu telah hidup be...

Seekor Camar di Bahu Mercusuar
Bacakan Artikel

Kadang kala, kepalanya yang lucu dimiringkannya seolah menengokmu
Yang baru saja terbangun dari tidur dengan wajah belepotan iler

Di teras depan
Adikmu terduduk menghadap ke jembatan
Menerka masa depan yang berkejaran dalam hujan

Beberapa motor lewat dan berhenti. Mengambil plastik besar dan melemparkannya ke bawah jembatan sana. Lalu isi plastik itu berhamburan, berular menuju laut
Tempat ikan-ikan berenang lalu berpindah ke meja makanmu.

Sampah. Lagi-lagi sampah.
Adikmu menggerutu
Gerutu yang barangkali gagal kau pahami

Sampah yang senantiasa ia bersihkan berkali-kali
Yang semua-semuanya bersumber dari kali

2023

Sungai dan Rangkul Ayah


 

Sungai mengantarkanmu pada rangkul ayah
Juga mainan yang terombang-ambing di tengah arusnya
Sebagai anak pengepul barang rongsok
Kau mengamini mainan itu dengan senyuman.
Tiada peduli asalnya

Tak ada yang salah
Saat kau berharap
Mainan lebih banyak jatuh dan di buang ke sungai
Tak ada
Jika dahan-dahan mangga
Yang ditebas tetanggamu
Pun terseret hanyut ke hilir.

Tak ada yang salah
Bahkan saat kau berdoa hujan mengantar banyak mainan
Ke dalam rumahmu
Meski mencuri sepasang sepatumu.

Yang salah hanyalah hujan
Tak kenal waktu dan tempat
Menyumbat hilir sungai
Memaksa aliran sungai memutar ke hulu
Ke rumahmu
Rumah yang senantiasa lekat dalam ingatan secangkir kopi susu
Yang diseduh barista sebelum tibamu.

Kau suka menatapi air sungai yang berubah kopi susu
Meminta ayahmu berdiri di pinggir sungai
Menggawangi mainan yang di bawa air, oleh banjir

Sungai telah membawa mainan ke ruang tamu
dan kau merangkul ayah yang memanggul mainan dari sungai keruh itu

2023

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2