Sastra Hijau
Klikhijau.com merupakan media nasional berbasis online yang concern pada isu lingkungan, kehutanan dan gaya hidup ramah lingkungan. Selain menerbitkan artikel dan liputan, Klikhijau juga aktif dalam program edukasi dan pendampingan dalam upaya menguatkan literasi lingkungan dalam masyarakat.
Sorotan
Pohon Ludah
Jam menunjukkan angka 10 lewat 57 menit. Aku tiba sangat terlambat. Harusnya aku tiba dari jam 9 pagi. Waktu yang disepakati untuk pertemuan mendadak itu. Pe...
Kecuali Sampah di Kepala
Kecuali Sampah di Kepala di halaman rumah, akan kutanami kacang hias. kau bisa berbetah-betah duduk pandangi bunganya yang kuning mentega. kau bis...
Air Hilang dalam Hujan
Pernikahan Gerimis "Kau masih suka gerimis?" tanyaku. Kau hentikan seruputan kopimu. Tatapanmu mengarah ke mataku. Tatapan yang pernah begitu akrab d...
Perjalanan Menuju Hutan
Dahan-Dahan Tubuh ada rumput liar menjalari dahan-dahan dalam tubuhku. memaksanya keropos sebelum waktu yang kudoakan tiba. itu rumput jenis baru, da...
Perjalanan Menuju Laut
Perjalanan Menuju Laut aku pernah mengirim pesan padamu. pesan itu kumasukkan ke dalam botol plastik. lalu kuhanyutkan di selokan depan rumah. saat h...
Bardin dan Hutan
Pohon Bersalin Wajah dari lantai tiga sebuah kantor kita menatap kehidupan berlomba di bawahnya mengalir jauh tujui asal aku melihat matamu seb...
Menyelami 5 Puisi Beraroma Laut dari Asia Ramli Prapanca
Klikhijau.com - Asia Ramli Prapanca lahir di Desa Usuku, Pulau Tomia, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara tahun 1960. Lelaki yang lebih akrab disapa Ram in...
Pohon Seribu Tahun
Aku girang ketika seorang lelaki gondrong mendekatiku. Di tangannya ada palu, paku, dan kertas. Lelaki gondrong itu menatapku. Ada haru dari matanya. Ada kagum...
Kemarau Ingatan
Kemarau Ingatan lampu kamar padam lebih awal semalam. kantuk tiba bacai semua pikiran. ruang tamu menanti datangmu bawa bunga-bunga. “air telah...
Beburung di Matamu
Beburung di Matamu apakah burung-burung di kotamu masih bertengger di ranting pohon membuat sarang dari rerumputan atau hanya bertengger di atap ru...
Mengatur Hujan
Entah karena ia sudah begitu lama tinggal di sebuah desa yang dinginnya jauh lebih banyak dari panasnya, atau karena sebab lain—yang jelas Buyung selalu merindu...
Kecupan Kemarau
Kecupan Kemarau Sebelum pergi, kemarau mengecup kerut dahiku Mengorek rasa nyeri dalam rongga benakku Kemarau yang bernama takdir Tak mungkin kulawa...