Sampai Kapan Kita Tanpa Pendidikan Siaga Bencana?

Klikhijau.com - Agus Wibowo (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB) terkagum-kagum dengan model pendidikan siaga bencana di Cina. Ketika berkunjung ke Beijing Jiaotong University, Agus melihat...

Sampai Kapan Kita Tanpa Pendidikan Siaga Bencana?
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Agus Wibowo (Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB) terkagum-kagum dengan model pendidikan siaga bencana di Cina.

Ketika berkunjung ke Beijing Jiaotong University, Agus melihat langsung bagaimana kampus sangat serius memberikan pemahaman dan pembekalan pada mahasiswanya tentang cara menghadapi bencana.

Demikian, Agus Wibowo melukiskan pengalamannya dalam sebuah artikelnya di Tempo berjudul "Bencana dan Pendidikan Kita" (6 Januari 2019).

Seorang pengajar di Beijing berkata, target utama edukasi bencana yang menyatu dengan kurikulum pendidikan itu adalah bagaimana orang menyadari bahwa lingkungan mereka rawan bencana.

Karenanya mereka harus bisa melakukan penyelamatan secara mandiri bila terjadi bencana.

Kuncinya, kata Agus adalah "mandiri". Pendidikan siaga bencana bertujuan untuk mendidik masyarakat agar setiap terjadi bencana dapat bertindak untuk dirinya sendiri sebelum menyelamatkan orang lain.

Dengan kemandirian, risiko atas bahaya bencana dapat diminimalisir.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah kita sudah punya kurikulum siaga bencana? Kurikulum kebencanaan sesungguhnya sudah disusun sejak 2009 oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Tetapi masih berbentuk muatan lokal.

Faktanya, praktik kurikulum ini belum merata. Di beberapa daerah, belum ada kurikulum siaga bencana.

Padahal, sebagai negara yang berada dalam cincin api dan dikelilingi gunung merapi, kewaspadaan pada bencana tidak bisa ditawar.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2