Ratu Kembali Membawa Kabar Gembira bagi Konservasi Indonesia dan Dunia

Klikhijau.com - Badak sumatera merupakan satwa dilindungi di Indonesia. Satwa bernama ilmiah Dicerorhinus sumatrensis itu, di dalam IUCN Red List, status konservasinya adalah critically endangered/CR....

Ratu Kembali Membawa Kabar Gembira bagi Konservasi Indonesia dan Dunia
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Badak sumatera merupakan satwa dilindungi di Indonesia. Satwa bernama ilmiah Dicerorhinus sumatrensis itu, di dalam IUCN Red List, status konservasinya adalah critically endangered/CR.

Statusnya sebagai satwa yang dilindungi tertuang dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 106 tahun 2018,

Satwa yang juga dikenal sebagai badak berambut atau badak Asia bercula dua ini keberadaannya tersebar di hutan-hutan Sumatera. Tepatnya di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Way Kambas, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan sebagian kecil populasinya ada di Kalimantan Timur

Badak sumatera memiliki arti penting bagi Indonesia. Karena satwa ini termasuk endemik Indonesia. Satwa ini termasuk ikonik, satu-satunya yang tersisa dari  genus Dicerirhinus.

Karena itulah, jika ada badak sumatera yang lahir. Secara otomatis akan disambut dengan rasa gembira. Karena itu berarti ancaman kepunahannya perlahan akan tergerus.

Tidak mengherankan jika Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, saat mendapat kabar kelahiran satu ekor anak badak sumatera. Menteri dua periode itu langsung menyampaikan kabar gembira tersebut.

Pada hari Sabtu, 30 September 2023, tepat jam 01.44 WIB badak sumatera berjenis kelamin betina kembali lahir dari induk bernama Ratu.  Ia lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK).

“Kabar ini tentu menjadi berita bahagia, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia tetapi juga dunia. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kelahiran badak sumatera ini. Harapannya, kita dapat terus mendapat kabar bahagia dari kelahiran-kelahiran badak sumatera dan satwa dilindungi lainnya di masa depan,” ucap Menteri Siti.

Anak ketiga Ratu

Bagi Ratu, badak sumatera betina berumur 23 tahun, ini merupakan keberhasilan kelahiran ketiga selama menjadi penghuni SRS TNWK setelah sebelumnya melahirkan Andatu pada tahun 2012 dan Delilah pada tahun 2016.

Ketiga individu badak yang dilahirkan badak Ratu merupakan hasil perkawinannya dengan badak jantan bernama Andalas yang berusia 22 tahun.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2