Petani di Desa Penyangga TN Kelimutu Kembangkan Pupuk Organik dari Gulma Hutan

Klikhijau.com – Petani di desa penyangga Taman Nasional (TN) Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur mengembangkan pupuk organik berbahan gulma hutan. Keberadaan tumbuhan gulm...

Petani di Desa Penyangga TN Kelimutu Kembangkan Pupuk Organik dari Gulma Hutan
Bacakan Artikel

Selain itu, kata Louyz, pertumbuhannya sangat bagus. Ia mencontohkan pada 800 bibit tanaman Sawi miliknya, menunjukkan hasil panen yang memuaskan, dimana tanaman yang siap dipanen semuanya terlihat berwarna hijau segar.

[caption id="attachment_14863" align="alignnone" width="448"]hasil pupuk organik dari gulma hutan Hasil pertanian memuaskan dengan pupuk organik berbahan gulma hutan di desa penyangga TN Kelimutu - Fot0/Ist[/caption]

“Kacang panjang hasil panen berpola pertanian organik ini memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan dengan kacang panjang yang dipupuk menggunakan pupuk kimia," cerita Louyz.

Keberadaan pupuk organik ini sangat membantu para petani di sekitar kawasan TN Kelimutu, dimana dengan harga Rp 50.000,- /1 jerigen 5 liter, masyarakat dapat menghasilkan produk organik sebanyak 1.000 tanaman Sawi Putih pada kebun seluas 10 are dengan harga jual yang lebih tinggi.

Misalnya, sayur sawi biasa (dengan pupuk kimia) dihargai Rp 5.000/kg, sedangkan sayur sawi organik seharga Rp 8.000/kg; bawang merah organik dihargai Rp 30.000/kg, sedangkan bawang merah biasa Rp 15.000-20.000/kg.

"Selain dapat mempercepat pemberantasan tanaman invasif Kirinyuh, penggunaan pupuk organik tersebut juga dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas bahan organik dalam tanah. Produk pertanian organik yang dihasilkan juga akan lebih sehat bagi tubuh dan yang juga tidak kalah penting produk-produk sehat organik dapat menjadi unsur penunjang daya tarik wisata di TN Kelimutu," pungkas Kepala Balai Kelimutu, Persada A. Sitepu.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2