Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan dengan Perspektif Kebudayaan

“Semoga semua yang ditanam, bendungan, kolam-kolam digunakan untuk kebaikan semua makhluk sebagai jalan terbaik untuk mendapatkan kebahagiaan” Klikhijau.com - Kalimat tersebut adalah risalah prasas...

Pengelolaan Lingkungan Hidup Berkelanjutan dengan Perspektif Kebudayaan
Bacakan Artikel

Atas nama pembangunan kita telah lama terjebak dalam teknokrasi perencanaan pembangunan sektoral, di mana sumberdaya alam dipecah-pecah dalam fungsi-fungsi sektor seperti kehutanan, perkebunan, pertanian dan sebagainya yang seperti tidak terkait satu sama lain.

Eksploitasi sumberdaya alam pada satu komponen akan mempengaruhi ketersediaan sumberdaya alam lain. Aliran sumberdaya alam, hubungan antara komponen dalam sistem ekologi adalah timbal balik, dan saling mempengaruhi satu sama lain.

Pengelolaan sumberdaya alam yang terpecah-pecah dalam sektor dan logika masing-masing akan menghilangkan harmoni dalam keutuhan sebuah bentang alam.

Maka dari itu, pendekatan lanskap bisa dikembangkan sebagai manifestasi nilai-nilai luhur untuk mengelola sumber daya alam.

Tak hanya di Talang Tuwo, Prinsip tersebut bisa dilacak di Lombok ada Awig-Awig, di Jawa ada Gugur Gunung dan Memayu Hayuning Bawana, dan Bali ada Tri Hitta Karana.

Konsep ini pada prinsipnya adalah pengelolaan bentang alam secara terpadu, dengan melibatkan seluruh pihak terkait terutama masyarakat lokal untuk kebaikan semua makhluk hidup menuju kebahagiaan bersama.

Menurut prinsip tersebut, berbagai bencana lingkungan adalah sebuah akibat dari pola pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak selaras dengan nilai-nilai leluhur. Konsep pembangunan yang tamak tidak dikenal oleh peradaban dengan pendekatan lanskap ini.

Maka dari itu, kita perlu bersama-sama menghembuskan napas kebudayaan dalam pengelolaan sumberdaya alam kita. Kita perlu menghidupkan kembali nilai-nilai pelestarian alam secara terpadu dan utuh, tidak terpecah-pecah, namun dalam satu kesatuan prinsip pengelolaan yang menghargai eksistensi semua makhluk dan menuntun diri menuju jalan kebahagian bersama.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2