Penasaran Mengapa Obat-obatan Memiliki Tanggal Kadaluwarsa, Begini Penjelasannya

Klikhijau.com – Saya baru saja tiba di sekitaran Pantai Losari, Makassar. Jam menunjukkan pukul 23: 39. Saya mengeluarkan handphone dari tas. Melihat handphone telah menjadi rutinitas hampir semua ora...

Penasaran Mengapa Obat-obatan Memiliki Tanggal Kadaluwarsa, Begini Penjelasannya
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Saya baru saja tiba di sekitaran Pantai Losari, Makassar. Jam menunjukkan pukul 23: 39. Saya mengeluarkan handphone dari tas. Melihat handphone telah menjadi rutinitas hampir semua orang.

Selain mengecek pesan yang masuk via whatsapp, biasanya saya membuka beberapa situs daring.  Kali ini jemari saya ringan saja mengetik situs nationalgeographic.grid.id. Di situs itu saya temukan artikel tentang obat-obatan.

Tulisnya begini, Sejak 1979, administrasi makanan dan obat AS (FDA) mewajibkan perusahaan farmasi untuk mencantumkan tanggal kadaluwarsa pada obat yang diresepkan dan dijual bebas.

Tanggal kadaluwarsa obat berbeda dengan tanggal kadaluwarsa susu yang akan basi jika diminum lewat tanggal yang tertera. Tanggal kadaluwarsa obat adalah tanggal di mana produsen menjamin keamanan dan potensi penuh obat tersebut. Namun, seberapa lama obat disebut aman dan efektif masih menjadi perdebatan hingga kini.

Obat-obatan seperti insulin, nitrogliserin dan antibiotik cair memiliki bahan aktif yang diketahui kurang stabil dari waktu ke waktu. Banyak obat mungkin memiliki umur simpan yang jauh lebih lama daripada yang disarankan oleh kemasannya.

"Namun tidak semua orang tahu, sehingga masih banyak didapati masyarakat menelepon ke produsen karena khawatir akan dampak yang terjadi jika minum obat lewat tanggal kadaluwarsa," ujar Lee Cantrell, direktur California Poison Control System.

Efektivitas obat pasti dapat menurun seiring waktu, dan hal ini dijelaskan dalam beberapa studi. Cantrell mengaku pernah memeriksa obat lama yang tersimpan di gudang sebuah apotek, salah satunya anthistamin, penghilang rasa sakit, dan pil diet.

"Obat-obatan itu sudah lewat 40 tahun dari tanggal kadaluwarsa, tapi masih bisa berfungsi," ujar Cantrell yang memuat studinya dalam jurnal JAMA Internal Medicine edisi 2012.

Kemudian studi lain yang dilakukan Cantrell pada 2017 menunjukkan bahwa EpiPens atau auto injector mahal yang dipakai untuk mengobati reaksi alergi berbahaya, masih 84 persen dalam kondisi baik setelah empat tahun lewat masa kadaluwarsa.

Melansir Live Science, Sabtu 25 Maret 2019, ini menunjukkan bahwa EpiPen yang kadaluwarsa masih lebih baik daripada tidak memberikan itu sama sekali dan kehilangan nyawa seseorang.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2