Napabale, Surga Danau Air Laut di Pulau Muna

Klikhijau.com - Keindahan alam di bumi pertiwi ini bukanlah suatu hal yang baru di mata dunia. Pesona alam Indonesia selalu membuat para pelancong ingin berlama-lama berada di negara ini. Di pulau...

Napabale, Surga Danau Air Laut di Pulau Muna
Bacakan Artikel

Jika pengunjung menempuh jalur melalui terowongan, pengunjung bisa menggunakan kapal laut atau sampan yang berukuran kecil dengan biaya sebesar Rp. 50.000 sekali jalan.

Dengan muatan sekitar 10 sampai 15 orang pengunjung atau juga dengan berenang. Untuk jalur ini, wisatawan harus menunggu kondisi air surut.

Jika air laut sedang dalam kondisi pasang maka secara tidak langsung volume air pada terowongan tersebut juga meningkat. Mencapai setengah meter sehingga sangat membahayakan untuk dilewati.

Ada dua jenis sampan yang disediakan. Jika pengunjung yang takut menaiki sampan karena alasan keseimbangan, maka tidak perlu khawatir sebab ada sampan yang dirakit khusus.

Sampan tersebut menyatukan dua sisi sampan dengan jenis dan ukuran yang sama. Sehingga keseimbangan sampan bisa terjaga dengan menggunakan satu mesin dan juga satu kendali yang sama.

Juga satu sampan yang tetap satu tanpa ada rakitan sampan seperti sebelumnya namun tetap menggunakan mesin.

Sedangkan alternatif yang lain ialah dengan berjalan kaki. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 20 menit dengan jarak tempuh 1 km.

Namun wisatawan juga harus menyeberangi danau tersebut dari satu sisi ke sisi yang lain. Sebab tidak adanya jalan lain karena kondisi danau yang berbukit dan berbatu.

Selain dua destinasi tersebut, ada pula sebuah puncak yang dinamai puncak Napabale. Letaknya bersebelahan dengan danau tersebut

Lokasi ini juga menawarkan keindahan danau dan gugusan-gugusan bukit. Dan hijaunya hamparan pepohonan di sekitar danau tersebut.

Dampak sosial dan ekonominya

Keberadaan wisata ini membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Warga bisa menawarkan jasa untuk berkeliling danau.

Tidak hanya itu, salah satu tepian danau tersebut terdapat warung-warung masyarakat yang berukuran kecil. Menyediakan berbagai makanan ringan, baik itu olahan rumah tangga atau pun makanan olahan pabrik.

Sekalipun keberadaan warung-warung tersebut bisa menimbulkan sampah makanan. Namun kebersihan sekitar danau selalu terjaga dan terawat, dari sampah makanan atau pun sampah yang lainnya.

Selain sebagai destinasi wisata, danau ini juga digunakan sebagai pelabuhan bagi masyarakat. Terutama yang berprofesi sebagai nelayan, pelabuhan ini dijadikan sebagai akses menuju lautan luas melalui terowongan alami tersebut.

Dari sisi kebudayaan, danau ini juga sering digunakan sebagai tempat upacara adat Muna seperti Upacara Pinggitan atau dalam bahasa Muna “Kaghombo”.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2