Menyebarkan Pesan Lingkungan Melalui Budaya

Klikhijau.com – Banyak cara yang bisa dilakukan menyebarkan pesan lingkungan. Melalui budaya salah satunya. Budaya memiliki magis untuk menggerakkan seseorang atau kelompok dalam melakukan sesuatu....

Menyebarkan Pesan Lingkungan Melalui Budaya
Bacakan Artikel

Mensesneg Pratikno mencontohkan jika upaya melindungi kelestarian alam telah dilakukan oleh nenek moyang kita melalui kebudayaan, seperti membuat mitos-mitos lokal atas sebuah tempat menjadi tempat yang wingit/angker.

Jika dipandangan dari prespektif perlindungan lingkungan, maka mitos-mitos dan kepercayaan budaya tersebut menjadi benteng untuk menjaga kelestarian alam pada suatu tempat, yang membuat orang tidak berani merusak.

Ia mencontohkan di kampungnya banyak sendang/mata air yang di'wingit'kan, dengan mitos ada belut putih dan sebagainya, dan efeknya masyarakat sekitar tidak berani mengambil air ataupun belutnya secara sembarangan.

"Itulah cara nenek moyang kita melindungi alam, ketika rasionalitas seringkali diputarbalikan, maka kepercayaan akan nilai-nilai budaya menjadi "veto" bagi rasionalitas, daya pikir bisa kalah oleh kepercayaan, oleh agama," jelas Mensesneg.

Ia pun menyebut jika dirinya pernah bersama Menteri Siti, dan Menteri Agama Gus Yaqut bersepakat jika perlunya menyebarkan informasi kepada masyarakat akan pemahaman agama yang juga menekankan penjagaan terhadap kelestarian alam, yaitu melalui pemahaman Hablum Minallah, Hablum Minannas, dan ditambahkan Hablum Minalalam.

Dengan pemahaman tersebut, maka di setiap doa-doa kita juga akan tersampaikan pesan dan pemahaman terhadap tanggung jawab manusia terhadap alam.

Selain pagelaran wayang kulit, KLHK juga menyediakan Pasar Tradisional yang bertempat di sekitar lokasi pagelaran wayang kulit, dengan hidangan makanan dan minuman tradisional, yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

Acara pagelaran wayang kulit ini juga mengundang Duta Besar, Komisi IV DPR RI, Kementerian/Lembaga Pusat dan Daerah, mitra KLHK, serta Pejabat dan karyawan lingkup KLHK, Komunitas Penggemar Wayang Kulit, sebanyak kurang lebih 500 orang.

"Dengan momentum peringatan hari lingkungan hidup sedunia ini, saya mengajak kita semua untuk menjadi agen-agen perubahan yang senantiasa menjaga lingkungan hidup dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan terhadap kearifan lokal. Mari bersama berkomitmen untuk menjaga bumi kita. Selamat hari lingkungan hidup sedunia," pungkasnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2