Menilik Peluang Serangga Jadi Makanan Berkelanjutan di Masa Mendatang

Klikhijau.com – Belum lama ini Universitat Oberta de Catalunya (UOC) melakukan sebuah survei. Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas orang percaya bahwa serangga yang dapat dimakan. Berpe...

Menilik Peluang Serangga Jadi Makanan Berkelanjutan di Masa Mendatang
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Belum lama ini Universitat Oberta de Catalunya (UOC) melakukan sebuah survei. Hasil survei tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas orang percaya bahwa serangga yang dapat dimakan. Berpeluang  menjadi sumber makanan berkelanjutan di masa mendatang

Survei tersebut dilakukan sebagai bagian dari studi yang lebih besar oleh Marta Ros, seorang mahasiswa program doktoral UOC di Information and Knowledge Society dan diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research and Public Health

Peluang serangga menjadi makanan di masa mendatang sepertinya memiliki peluang besar. Itu jika dilihat populasinya.

Deni Elisabeth dkk, (2021) mengungkapkan jika serangga telah menjadi hewan yang memiliki jumlah terbesar di bumi, sehingga dengan dominasi tersebut menjadikan serangga sebagai penyambung kebutuhan dalam siklus energi dengan berbagai peran yang dilakukan.

Jika ini terjadi, Indonesia bisa jadi “beruntung” karena di antara 751.000 spesies golongan serangga, sekitar 250.000 spesies terdapat di Indonesia

Serangga-serangga itu sebagian terdapat di lahan pertanian dan berperan sebagai hama (Kalshoven, 1981). Sebagian pula dari serangga itu menurut  (Christian, 2000) ada yang bersifat sebagai predator, parasitoid, atau musuh alami

Menurut Borror, (1992) sebagaimana dinukil Elisabeth dkk tingginya jumlah serangga  dikarenakan serangga berhasil dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi, kapasitas reproduksi yang tinggi dan kemampuan yang baik dalam menyelamatkan diri dari musuhnya.


Keberadaan serangga ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti   kelembaban udara, suhu udara, intensitas cahaya, kecepatan angin masih sesuai bagi kehidupan serangga terhadap jumlah banyak atau sedikitnya serangga untuk beraktivitas.

Serangga sendiri adalah salah satu kelas avertebrata, yang masuk dalam filum arthropoda. Ia memiliki eksoskeleton berkitin.

Pad bagian tubuhnya terbagi atas tiga bagian yaitu kepala, thorax, dan abdomen. serangga juga memiliki tiga pasang kaki yang terhubung ke thorax dan memiliki mata majemuk serta sepasang antena.

Serangga disebut juga insecta (insekta). Kata ini berasal dari bahasa latin, yakni insectum, yang merupakan kata kata serapan dari bahasa Yunani, yaitu evrouv (entomon). Evrouv memiliki arti terpotong  (gramedia.com).

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2