Menikmati Akhir Pekan Bersama 3 Puisi Bertema Hujan dari M. Aan Mansyur

Klikhijau.com – Akhir pekan sudah selayaknya dinikmati dengan rasa bahagia dan santai. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah menikmatinya dengan puisi. Puisi selalu mampu memikat bagi penikmatn...

Menikmati Akhir Pekan Bersama 3 Puisi Bertema Hujan dari M. Aan Mansyur
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Akhir pekan sudah selayaknya dinikmati dengan rasa bahagia dan santai. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah menikmatinya dengan puisi.

Puisi selalu mampu memikat bagi penikmatnya. Para penulis puisi kerap dinamai penyair. Penyair ini merangkai kata demi kata sehingga melahirkan karya yang memukai dan sarat makna.

Salah satu penyair yang memiliki daya pikat dalam puisinya adalah M. Aan Mansyur. Nama dan puisi M. Aan Mansyur semakin dikenal masyarakat saat puisi-puisinya mengisi film Ada Apa dengan Cinta 2 (AADC) yang disutradarai oleh Riri Reza.

Namun, puisi M. Aan Mansyur tidak hanya mengisi film tersebut, tapi telah terangkum dalam banyak buku, juga sangat mudah ditemukan di berbagai media, baik cetak maupun online.

Salah satu tema yang kerap diangkat oleh lelaki kelahiran di Bone, Sulawesi Selatan, 14 Januari 1982 itu adalah hujan. Dikutip dari berbagai sumber berikut 3 puisi M. Aan Mansyur yang bertema hujan, yang sangat pas dinikmati di akhir pekan:

 

Sajak Saat Hujan


 

jika saja waktu dan kenangan adalah layang-layang
sudah kugulung benang-benangnya dan kugunting
bagian yang tak kuingin.

hari itu hujan curah tak begitu deras namun lama,
kaca jendela berembun hingga tak perlu juntai tirai
sebagai selubung, tak akan ada orang yang melihat kita, bisikmu
lalu kau buka kancing-kancing baju dengan tangan gemetar
memperlihatkan kerumunan tahi lalat yang kau rahasiakan
di sisi kiri payudaramu yang perawan menawan
kau tuntun tanganku menghitungnya satu per satu
tetapi aku gagal menyebut jumlah.

setiap hujan seperti ini, aku berkeringat teringat
hangat tubuhmu, dan meski kukatup mata sepenuh tutup
sedikitpun tak ada yang terlupa, seluruh benar-jelas-selalu

tahi lalat yang tak pernah kutahu jumlahnya itu
kini menjelma jutaan belatung yang tak kenal kenyang
dan usiaku adalah bangkai-bangkai kucing dan anjing

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2