Mengenal 3 Jenis Satwa Endemik Sulawesi yang Dipulangkan ke Rumah

Klikhijau.com – Perdagangan ilegal satwa liar masih membiak. Ada yang ditemukan ada pula yang lolos. Ancaman hukuman penjara dan denda bagi pelaku seolah tak mempan. Beruntunglah jika satwa-satwa y...

Mengenal 3 Jenis Satwa Endemik Sulawesi yang Dipulangkan ke Rumah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Dalam bahasa latin, kura-kura ini disebut Leucocephalon yuwonoi. Pada tahun 2011 Turtle Conservation Coalition memasukkannya ke dalam 25 kura-kura paling terancam di dunia.
Disebut kura-kura betet, karena bentuk mulutnya yang meruncing menyerupai paruh burung betet.

Kura-kura ini merupakan satwa endemik Sulawesi yang perlu dijaga dan dilindungi.



  • Kura-kura baning



[caption id="attachment_12852" align="aligncenter" width="700"] Foto-My World[/caption]

Kura-kura ini termasuk satwa yang wilayah sebarannya terbilang sempit dari segi kelestarian. Sebab hanya ada di Sulawesi. Pun populasinya tidak seberapa sehingga baning Sulawesi dianggap mudah terancam punah.

Baning Sulawesi (Indotestudo forstenii) adalah sejenis kura-kura darat dari Sulawesi, yang hidup perbukitan Lembah Palu sampai sekitar Gorontalo.

IUCN memasukkan kura-kura yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Forsten’s Tortoise atau Sulawesi Tortoise ke dalam status Endangered atau terancam kepunahan .



  • Soa layar



[caption id="attachment_12853" align="aligncenter" width="700"] Foto-Ist[/caption]

Nama lokalnya, piccara atau lebih dikenal dengan Hydrosaurus amboinensis atau soa layar. Soa-soa atau kadal air adalah biawak yang mempunyai panjang tubuh ± 34,5 cm.[2] Panjang keseluruhan termasuk bagian ekor 75 cm.

Reptil jenis ini berasal dari Indonesia Timur daerah Sulawesi, yakni Latimojong, Tempe, Pampama, Palopo, Makasar, Poso, dan Manado. Juga terdapat di Kepulauan Togian, Buton, Ambon, Seram, Bacan, Ternate, Halmahera, Waigeo, Papua, dan Pilipina.

Soa layar adalah binatang yang pandai berenang, yang menurut penelitian Siady Hamzah tahun 2011 perihal soa-soa di Maros, bahwa anakan soa layar seharga Rp300.000 per ekor. Untuk skala perdagangan internasional sekitar US$250 di Amerika dan 330 Euro di pasar Eropa.

Dalam beberapa literatur, kadal ini mampu hidup hingga usia 15 tahun. Soa-soa betina bertelur sekali dalam setahun, dengan 5-9 butir. Telur-telur itu kelak akan menetas hingga 65 hari.

Nah, itulah ulasan singkat tiga jenis satwa endemik Sulawesi yang dipulangkan ke rumah dari Surabaya, Jawa Timur.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2