Mencemaskan, Skenario Kepunahan Manusia Sedang Berlangsung

Klikhijau.com – Ada hal mengagetkan yang diungkap sebuah penelitian. Mereka memprediksi kepunahan manusia akan terjadi dalam 30 tahun mendatang. Hal tersebut merupakan dampak yang ditimbulkan perubaha...

Mencemaskan, Skenario Kepunahan Manusia Sedang Berlangsung
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Ada hal mengagetkan yang diungkap sebuah penelitian. Mereka memprediksi kepunahan manusia akan terjadi dalam 30 tahun mendatang. Hal tersebut merupakan dampak yang ditimbulkan perubahan iklim.

Laporan hasil penelitian itu dikeluarkan Breakthrough National Center for Climate Restoration dengan judul Existential Climate-Related Security Risk: A Scenario Approach oleh David Spratt dan Ian Dunlop pada tahun lalu, 2018.

Mereka berpendapat bahwa manusia sedang berada pada situasi unik, dengan suhu tinggi yang belum pernah dirasakan sebelumnya serta jumlah populasi penduduk bumi hampir delapan miliar orang.

Penelitian mereka menggunakan pendekatan skenario dengan menitikberatkan pada tiga hal, yaitu scientific reticence (sikap diamnya pada ilmuan), exixtential risk (risiko eksistesial), exixtential risk management (manajemen risiko eksistensial), discussion (diskusi) dan policy recommendation (rekomendasi kebijakan). Mereka menggarisbawahi skenario kepunahan di mana manusia tidak mampu lagi bertahan hidup pada akhir 2050.

Laporan penelitian itu menguraikan tiga pemahaman yaitu pemahaman risiko, pemahaman saintis, dan pemahaman politik sehingga para pemimpin dunia dapat bertindak cepat dalam menghadapi ‘skenario’ kepunahan umat manusia.

‘Skenario 2050’ di mana manusia menghadapi kehancuran dalam tiga dekade. Skenario ini berdasarkan dari studi yang panjang dengan adanya pola yang konsisten dan terperinci sehingga menghasilkan model, terkuantifikasi (numerik), tetapi juga secara singkat mencatat kemungkinan lebih: permukaan laut, lapisan es kutub dan beberapa umpan balik siklus karbon.



  • Dekade pertama: 2020 – 2030



Terjadi kenaikan suhu di bumi. Suatu studi menyebutkan bahwa kadar karbondioksida telah mencapai 437 ppm. Angka ini belum pernah tercapai dalam 20 tahun terakhir. Planet bumi sendiri sudah menghangat sekitar 1.6 derajat Celsius atau 2,8 derajat Fahrenheit.


  • Dekade kedua: 2030 -2050



Tahun 2030 terjadi puncak emisi. Setelah itu perlahan berkurang. Namun tetap terjadi umpan balik siklus karbon dan penggunaan bahan bakar fosil yang berkelanjutan sehingga diperkirakan suhu akan naik sekitar 3 derajat Celsius di antara tahun 2030an hingga 2040an.


  • Dekade 2050



Pada tahun 2050 diperkirakan akan ada konsensus ilmiah terkait titik kritis lapisan es di Greenland dan Antartika Barat dengan pemanasan 2 derajat Celsius.

Pada dekade ini, dampaknya terhadap manusia sudah tidak bisa disangkal lagi. Sebanyak 55% populasi global akan menjadi subyek dan panas mematikan selama 20 hari. Selama hari-hari itu manusia akan sulit bertahan dalam kondisi tersebut.

Amerika Utara akan mengalami cuaca ekstrem, kebakaran hutan, kekeringan dan gelombang panas. Tidak ada musim hujan di Tiongkok sehingga sungai-sungai besar di Asia hampir kering. Sementara di Amerika Tengah turun curah hujan menurun hingga setengahnya.

Di seluruh Afrika Barat terjadi kondisi panas yang mematikan dan akan terjadi selama lebih dari 100 hari dalam setahun. Penduduk di negara-negara miskin tidak bisa mendapat akses ke penyejuk udara (AC) untuk membantu mereka bertahan hidup dalam suhu panas.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2