Melirik Potensi Daun dan Batang Porang yang Mengesankan

Klikhijau.com – Daya tarik porang selama ini hanya berkutat pada umbi dan buahnya saja. Tak ada yang melirik daun dan batangnya. Padahal dua bagian ini memiliki manfaat yang tak terduga dan mengesanka...

Melirik Potensi Daun dan Batang Porang yang Mengesankan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Sambil melinting tembakau, Penne’ menuturkan jika dulu ibunya sering memasak daun porang sebagai menu sayuran.

“Rasanya seperti daun keladi atau talas,” katanya.

Namun, untuk pilihan daun porang jadi sayuran tak bisa disapu rata. Hanya daun yang baru akan menguncup saja. Daun yang telah menua tak bisa dijadikan sayur.

Bukan hanya Penne’ yang mengaku jika dulu ibunya dan dirinya sering memakan sayuran daun porang. Tapi juga ada Tamrin (55), ia juga akui bahwa dulu ibunya sering memasaknya.

Kedua lelaki itu sepakat jika daun porang yang dijadikan sayur rasanya enak, apalagi jika dimakan bersama nasi jagung. Nasi jagung adalah nasi paling andalan orang dulu. Karena nasi beras saat itu masa cukup langka.

Cara memasak daun porang menurut Penne sama saja memasak sayuran daun pada umumnya, hanya direbus saja. Daun porang yang  bertekstur lembut tak butuh waktu lama untuk masak.

Tapi, kedua lelaki itu juga mengakui, sudah lama tak menikmati daun porang. Apalagi ketika ibu keduaya telah tiada. Keduanya pernah mencoba memasaknya, namun hasilnya tak senikmat ketika yang memasak adalah ibunya.

Kita semua—yang memiliki ibu sepertinya sepakat, jika koki terbaik yang dimiliki seseorang adalah ibu. Di tangan seorang ibu, semua makanan  yang dimasak terasa enak dan istimewa. Karena itu, tak jarang kita menemukan ungkapan “rindu akan masakan ibu.”

Bisa mengusir hama tikus

Selain umbi, buah, dan daunnya. Tanamam bernama latin Amorphophallus oncophyllus Prain ini juga memiliki potensi yang baik pada batangnya.

Batangnya yang masih mudah—yang sekilas tampak menyerupai ular, ternyata bisa dimanfaatkan sebagai pengusir hama tikus.

Pengalaman itu dibagikan oleh Anca (44). Ia mengakui jika suatu ketika padi di sawahnya diserang hama tikus. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menyelamatkannya dari binatang pengerat itu, namun hasilnya nihil.

Hingga suatu malam, ia melihat di Youtube cara mengusir hama tikus menggunakan batang porang. Keesokan harinya ia mempraktikkannya, dan hasilnya sungguh luar biasa. Tak ada lagi tikus yang berani menyerang  padinya.

“Mungkin tikus mengira batang porang adalah ular karena memang mirip,” terangnya

Tikus memang jadi makanan empuk bagi hewan melata itu. Karenanyalah, tikus akan menghindari ancaman ular agar bisa terus bernapas.

Meski demikian, daun dan batang porang masih dimanfaatkan terbatas. Apalagi, waktu tumbuhnya pun tak lama, hanya kisaran enam sampai tujuh bulan saja, setelah itu akan memasuki masa tidur atau dorman. Dan akan kembali tumbuh saat musim hujan tiba.

Namun demikian, kamu bisa mencoba daunnya sebagai sayuran dan batangnya untuk mengusir hama tikus jika tumbuhan dari golongan genus Amorphophallus ini saat bangun dari tidur panjangnya.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2