LIPI Prioritaskan Meriset Herbal Indonesia sebagai Anti Virus Corona

Klikhijau.com – Indonesia dikarunia tanah yang subur.  Ditumbuhi pepuragam tananam. Karenanya,  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mulai memprioritaskan tanaman herbal Indonesia untuk mengatasi...

LIPI Prioritaskan Meriset Herbal Indonesia sebagai Anti Virus Corona
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

“Kini melalui riset herbal, jahe merah, meniran, cordyceps, sambiloto, daun sembung dan beberapa hebal lainnya  difokuskan untuk diekstrasi guna menghasilkan senyawa aktif sebagai immunomodulator Covid-19,“ ujarnya.

Mengobati dan meningkatkan  sistem imunitas

Sementara itu, Masteria Yunolvisa Putra selaku Koordinator Penelitian Drug Discovery and Development pada Pusat Penelitian Bioteknologi menuturkan, saat ini LIPI dan Ristek-BRIN berkolaborasi dengan 10 institusi untuk melakukan uji klinis terhadap kandidat immunomodulator.

Kandidat tersebut berasal dari tanaman herbal seperti jahe merah, cordyceps, sambiloto, meniran dan daun sembung akan diformulasikan menjadi immunomodulator bagi pasien covid-19 yang berstatus pneumonia ringan.

“Obat herbal ini sifatnya mengobati dan meningkatkan  sistem imunitas tubuh untuk melawan infeksi virus. Namun tidak berlaku untuk pasien kronis yang membutuhkan ventilator,” jelas Masteria.

Sedangkan Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Erlang Samodro  menerangkan, selain Indonesia, China juga sedang mengembangkan obat tradisional bagi pasien Covid-19.

“Kerjasama uji klinis herbal ini akan difokuskan di RSD Wiswa Atlet”, ungkap Erlang.  Dokter spesialis paru ini juga mengungkapkan, sampai dengan saat ini vaksin Covid-19 belum ditemukan, namun Indonesia masuk dalam daftar pengujian vaksin Covid-19 oleh WHO.

“Indonesia masuk dalam solidarity clinical trial, meliputi pengujian obat-obatan termasuk vaksin di bawah Balitbang Kementerian Kesehatan,” imbuh Erlang.

Masteria menyebutkan, uji klinis immunomodulator ini akan dilakukan di bulan Juni 2020 pada 90 pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet.

“Terdapat dua produk yang akan di uji klinis, yaitu cordyceps militaris dan kombinasi herbal (rimpang jahe merah dan herbal lain). Kombinasi herbal ini sudah diformulasikan. Ada prototipe dan datanya serta memiliki izin edar dari BPOM. Konsumsi herbal akan dilakukan selama 14 hari,” paparnya.

‘’Diharapkan pada bulan Juli analisis dan hasil sementara dari uji klinis sudah terlihat. Semoga di bulan Agustus didapatkan laporan akhir”, tambah Masteria.

Selain itu, dirinya juga mengharapkan ke depan obat herbal ini tidak hanya untuk mengobati, namun dapat sebagai pencegahan untuk ODP dan PDP yang terindikasi covid-19.

Hingga detik ini, diketahui bersama Covid-19 masih sangat tangguh. Belum ada satu negara yang bisa melenyapkannya. Bahkan sekadar melumpuhkannya agar tak menyebar luas pun belum ada yang benar-benar berhasil.

Kita patut berharap, Indonesia menjadi negara yang mampu melawan corona dan melenyapkannya dengan keberhasilannya sendiri, salah satunya melalui herbal Indonesia.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2