Kongres Pecinta Alam 2023 di Makassar, Sebuah Ruang Edukasi Sosial

Klikhijau.com - Sebagian besar organisasi Pecinta Alam (PA) Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, saat ini mulai bergerak menyatukan aspirasi dalam sebuah wadah. Upaya tersebut tentu patut diberi a...

Kongres Pecinta Alam 2023 di Makassar, Sebuah Ruang Edukasi Sosial
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sebagian besar organisasi Pecinta Alam (PA) Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, saat ini mulai bergerak menyatukan aspirasi dalam sebuah wadah.

Upaya tersebut tentu patut diberi apresiasi. Kendati hal itu bukan yang pertama, sebab forum ini dibentuk dengan label Sekertariat Bersama tahun 2019 lalu.

Pembentukan wadah tersebut sudah mengindikasikan adanya niat untuk membuat sebuah perubahan.

Ratusan organisasi pecinta alam dari segala penjuru Sulawesi Selatan, setidaknya mulai menyadari bahwa jauh lebih baik berjalan bersama daripada sendiri-sendiri. Jadi,  sudah waktunya meredam “ego” lalu mengutamakan  budaya permusyawarahan dan kolaborasi.

Karena itu,  Kongres Pecinta Alam Makassar yang digagas dalam persepakatan delegasi Sekertariat Bersama PA Sulsel. Menjadi gerbang sebuah pencerahan. Dari situ akan dititip berbagai harapan, akan ke mana arah para pecinta alam Sulsel nantinya.

Belum ada sejarah Kongres Pecinta Alam di Indonesia yang sifatnya menciptakan pembaharuan konsep yang prinsipil.

Satu satunya perhelatan kongres pecinta alam Indonesia yang digelar di Bandung tahun 2017 lalu, juga tidak mampu memberi inspirasi terhadap dunia pecinta alam secara universal.

Kongres merupakan pertemuan besar para wakil organisasi, baik itu politik, sosial, profesi untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah. Kongres adalah muktamar yang berarti rapat besar.

Umumnya kongres merupakan perhelatan musyawarah yang diadakan secara berkala oleh delegasi organisasi maupun partai. Ada yang menyebutnya Mubes (musyawarah besar), ada yang menyebutnya Munas (musyawarah Nasional) dan sebagainya.

Jadi barometer

Perhelatan Kongres Pecinta Alam pertama di Makassar jelas menjadi barometer. Itu gerakan sosial yang luar biasa. Bukan pekerjaan mudah mengumpulkan ratusan orang untuk menyatukan aspirasi, menyatukan gagasan dan menyatukan niat. Di situ ada sumpah, maklumat dan komitmen yang harus dirawat secara berkelanjutan.

Kongres Pecinta Alam Makassar adalah obat penawar luka yang sudah puluhan tahun mendarah daging dalam tubuh pecinta alam Sulsel.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2