Kenalkan, Ini 8 Orang Penerima <em>Conservation Award </em>2019 dari BBKSDA Sulsel

[hijau]Mereka mencintai alam demi napas yang lebih panjang[/hijau] Klikhijau.com - Kursi telah berjejer di taman depan Museum La Galigo ketika saya datang. Kursi-kursi itu menghadap ke sebuah spand...

Kenalkan, Ini 8 Orang Penerima <em>Conservation Award </em>2019 dari BBKSDA Sulsel
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Pekerjaannya saat ini Sselain bercocok tanam di kebun dan sawah. Daeng Talli setiap hari mengawasi pembibitan tanaman kehutanan untuk persiapan penanaman pemulihan ekosistem di SM Ko’mara dan TB. Ko’mara

“Saya dulu sering main kucing-kucingan dengan Karaeng Tompo (Polisi Kehutanan senior di Resort Ko’mara)," ungkapnya.

Pada tahun 2000-2007 Daeng Talli adalah pelaku penebangan liar di sekitar Blok Lanrong kawasan SM. Ko’mara, hingga akhirnya tahun 2007 ikut program MMP (Masyarakat Mitra Polhut).

Sejak tahun 2007 aktif melakukan patroli rutin dalam kawasan Suaka Margasatwa Ko’mara baik patroli bersama petugas resort maupun secara mandiri.



  • Prof. Dr. Ir. Amran Achmad, M.Sc



Lelaki kelahiran Enrekang, 20 Juni 1957 ini adalah seorang guru besar dengan bidang keahlian Ekologi Hutan, Konservasi Biologi dan EKowisata Fakultas Kehutanan Universitas Hassanuddin.

Dia menulis berbagai buku konservasi. Dan telah melakukan berbagai penelitian dalam bidang ekologi hutan, ekowisata, satwa liar dan konservasi biologi.

Selain itu, dia banyak terlibat dalam kegiatan perencenaan kehutanan terutama dalam bidang konservasi.



  • drg. Danny Permadi



drg. Danny Permadi pensiunan Letkol (purn) TNI-AL tahun 2006. Dia lulusan Universitas Mustopo Jakarta dan S2 Bidang Biologi Reproduksi di Culalong Corn University , Thailand.

Di samping rumah dokter gigi ini terdapat sekitar 30 kandang yang berisi 30 ekor Luwak (sejenis musang). Luwak itu setiap harinya memakan buah kopi segar untuk menghasilkan kopi luwak berkualitas sebanyak 20 Kg setiap harinya.

Dia melakukan konservasi untuk kesejahreraan. Saat ini sudah ada sekitar 40-an kelompok binaannya di Malino dan sekitarnya. Bahkan ada 15 kelompok binaan di Makale, Kabupaten Tana Toraja, dan 10 kelompok binaan di Kalosi, Kabupaten Enrekang.



  • Martinus Sugiyanto



Martinus sugiyanto, lahir Yogjakarta 20 januari 1983. Saat ini ia menjadi supervisor keeper di Gowa Discovery Park yang menangani berbagai satwa liar.

Tahun 2003 -2011 bergabung di Taman Safari Indonesia, Bogor sebagai keeper. Dia pernah mengikuti pelatihan diselengarakan PKBSI dan taman safari tahun 2004 ,mengenai pedoman etika,dan perawatan satwa liar,handling satwa,evakuasi.

Pernah tiga kali mewakili Indonesia di Festival digunma safari park di Tomioka, Jepang selama 9 bulan.



  • Daeng Beta



Dia lahir dan tinggal di Dusun Ramang-ramang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi-Selatan.

Dia telah mengubah Kars Maros ibarat sungai amazon di Amerika Selatan yang memiliki daya tarik wisata yang unik.

Dia telah menjadi motor penggerak warga sekitarnya untuk menjadikan Rammang-rammang sebagai kawasan wisata. Kegiatannya berbentuk kerjasama dengan berbagai lembaga dan kelompok



  • Nevy Jamest Tonggiroh



Bang Nevy, demikian teman- teman pecinta alam kerap menyebut dan menyapanya. Dia sudah malang melintang di dunia kepecintalaman selama puluhan tahun. Tercatat dia adalah mantan anggota Korps Pecinta Alam (KORPALA) Unhas.

Dia beberapa kali menjadi pembicara di seminar-seminar terkait dunia alam bebas. Boleh dibilang, hampir seluruh pecinta alam pernah mendengar sepak terjangnya.

Melalui media sosial Bang Nevy mengeluarkan petisi yang menuntut agar GB Bawakaraeng ini segera di”heritage”. Petisi ini sudah ditandatangani oleh hampir 35 ribu orang.



  • Lasamu



Dia lahir di Maddenra, 31 Desember 1959. Bertempat tinggal di Desa Maddenra, Sidrap. Dia secara mandiri aktif menghimbau masyarakat melakukan pengawasan dan pengamanan di kawasan hutan Cenreangin (TWA Sidrap, HL dan HPT)

Tahun 1999 melibatkan diri dalam patroli pengamanan hutan, patroli pencegahan kebakaran hutan, penyuluhan dan kegiatan lainnya bersama petugas Resor TWA Sidrap Melakukan penanaman Rotan secara bertahap di areal seluas ±64 Ha di sekitar HPT.

Kegiatan konservasi alam telah dilakoninya selama puluhan tahun.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2