Kemarau Panjang, Ancaman Krisis Air Bersih Menyulitkan Warga

Klikhijau.com – Kekeringan panjang yang melanda mulai terasa dampaknya di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Makassar dan sekitarnya. Selain cuaca panas yang cukup terik terutama di siang...

Kemarau Panjang, Ancaman Krisis Air Bersih Menyulitkan Warga
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Kekeringan panjang yang melanda mulai terasa dampaknya di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Kota Makassar dan sekitarnya. Selain cuaca panas yang cukup terik terutama di siang hari, kemarau panjang juga menyebabkan krisis air bersih.

Pasokan air PDAM yang mengalir ke rumah-rumah warga pun mulai menurun volumenya. Di beberapa wilayah bakan sudah tidak bisa mendapatkan pasokan air bersih. Sumur-sumur warga di Kota Makassar bahkan di beberapa desa di Sulawesi Selatan yang terpantau Klikhijau juga mulai berkurang airnya.

Beberapa hari lalu, tim Klikhijau memantau langsung kondisi warga di Jalan Kampung Baru Pampang yang sudah berminggu-minggu kekurangan pasokan air bersih.

Akibatnya, warga harus antri berjam-jam untuk mendapatkan suplay air minum yang dibawa oleh petugas PDAM melalui kendaraan pengangkut air.

“Selama musim kemarau tahun ini, masyarakat Kelurahan pampang RT 4 RW 5 ini mengalami krisis air yang membuat Masyarakat sangat kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” kata Ketua RT 4 Kelurahan Pampang yang diwawancarai Klikhijau.

Menurut Ketua RT, kejadian seperti ini sudah menjadi langganan setiap tahunnya.

“Hal ini bukan pertama kalinya terjadi di daerah ini namun tidak juga setiap tahun terjadi. Sebagai warga sekaligus ketua RT 4 Kelurahan Pampang, saya berharap pemerintah atau dari pihak lain dapat membantu kami dalam hal suplay air bersih sehingga dapat mengurangi beban terhadap masalah air disini,” katanya.

Ketua RT 4 Kelurahan Pampang juga mengaku cukup kelimpungan harus berkonsultasi ke siapa setiap ada keluhan mengenai air bersih.

“Sumber air di daerah kami itu hanya ada 2 pipa yang entah dari mana asalnya sehinggah kami juga kurang paham terhadap siapa kami harus memberikan keluhan. Dengan adanya media aspirasi ini kami berharap agar pemerintah dan pihak luar lain akan membantu wilayah kami,” harapnya.

Seorang warga Pampang lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan krisis air sudah dialami sekira sepuluh hari terakhir.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2