Kemarau di Pematang Sawah

Bumbu Dapur di Dapur Ibu   satu persatu bumbu hilang dari dapur ibumu menyisa garam dan seliter beras tak ada minyak goreng, tak ada gula maupun sesuatu yang bisa mereka suguhkan ke perut...

Kemarau di Pematang Sawah
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Bumbu Dapur di Dapur Ibu


 

satu persatu bumbu hilang dari dapur ibumu
menyisa garam dan seliter beras
tak ada minyak goreng,
tak ada gula maupun sesuatu yang bisa mereka suguhkan ke perut lima anaknya

sering kali kudengar ibumu mengeluh
tuhan, kenapa kemarau juga memangsa habis palawija kami?
kenapa begitu hujan datang, ia juga memangsa perekonomian kami?

keluh yang menjadi segumpal air mata
disembunyikan darimu, dari keempat saudaramu yang lain
juga dari ayahmu yang lebih pandai begadang dari pada bekerja

di kamar, adikmu terus saja menangis kelaparan
perutnya membusung sepertimu yang paling sulung
konon katanya, sulung harus lebih menerima lapar demi berbagi dengan si bungsu
kau, di sudut ruangan gemetar tak berdaya
menunggu kapan bisa menyantap sesendok nasi dengan berlauk taburan garam.

2023

Berubah Api


 

api mulai menjalar ke pelaminan. mengancam ritus malam pertamamu. malam yang sering muncul di mimpimu jadi sungai.

segala bermula dari sebuah foto. kau ingin mencuri banyak mata. juga memanen pujian. dan doa-doa panjang umur serta bahagia.

foto-foto jadi kecaman. doa kutukan merampas semua mimpi. pelaminan berubah padang tandus, api menjilat-jilat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2