Kecemasan di Negeri tanpa Narasi Sadar Lingkungan

Klikhijau.com - Daeng Kulle (27) kalang kabut di suatu pagi sekitar pukul 07.00, Selasa 22 Januari 2019 saat langit berkabut. Tak sampai lima menit, setiba di tempat kerjanya di bilangan Batua Raya Ma...

Kecemasan di Negeri tanpa Narasi Sadar Lingkungan
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Daeng Kulle (27) kalang kabut di suatu pagi sekitar pukul 07.00, Selasa 22 Januari 2019 saat langit berkabut. Tak sampai lima menit, setiba di tempat kerjanya di bilangan Batua Raya Makassar, Kulle berbalik arah ke rumahnya di Barombong, Gowa.

Hujan deras dan angin kencang membuatnya cemas tak biasa. Istrinya menelepon dan berkabar bahwa air mulai pasang di sungai Jeneberang.

Jembatan kembar mulai bergoyang dan air mulai melahap perumahan di sekitaran sungai. Istrinya ketakutan!

Kulle, tiba di rumahnya dengan keletihan tidak terkira. Jalan yang dilewatinya macet total. Terutama di jembatan kembar, ia melihat kendaraan berderet mepet tanpa ruang antara.

Tetapi, tekadnya bulat, ia menerobos hujan deras dan kemacetan demi menepis kecemasan istrinya.

Saat tiba di rumahnya, pasangan pengantin baru itu jatuh dalam pelukan. Mereka bahagia bisa berada di rumah saat cuaca buruk dan ancaman banjir, mengerikan. Tetapi, suasana hati Kulle dan istrinya tetap tak karuan.

Keduanya mendengar kabar betapa korban banjir terus berjatuhan di Gowa, Makassar dan Maros. Kulle terbayang, apa jadinya bila hujan tak berhenti dalam beberapa hari ke depan.

Banjir dan macet tak terbendung

Keesokan harinya, saat Kulle terbangun di subuh yang gigil, langit tampak semakin menghitam pekat. Hujan seperti runtuh dari langit.

Kulle memilih tidak masuk bekerja untuk kali kedua. Hatinya gundah, ia menelepon bos di tempatnya bekerja dan mengabarkan kondisinya. Ia mendekam di rumahnya yang mulai dimasuki air setinggi mata kaki.

Daeng Kulle hanyalah satu dari begitu banyak orang yang tak menduga bencana.

Di sosial media, sejumlah netizen mengeluh karena macet total di jalan poros Kabupaten Maros. Mengerikan, macet hingga 20 jam. Banyak warga terpaksa menginap di jalanan.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2