Jangan Berlebihan, Protein Hewani Pemicu Sembelit dan Masalah Usus

Klikhijau.com – Protein hewani ternyata berpotensi memicu sembelit dan masalah usus. Hal ini dikatakan, pakar kesehatan asal Jepang, dr. Hiromi Shinya dalam bukunya. Sembelit adalah satu tanda bahw...

Jangan Berlebihan, Protein Hewani Pemicu Sembelit dan Masalah Usus
Bacakan Artikel

Memahami beban kerja usus

Protein akan diurai menjadi asam amino oleh usus, masuk ke dalam cairan darah, kemudian sel akan merekomposisi protein. Dalam proses rekomposisi protein itulah sering terjadi kegagalan proses. Apabila kita terlalu banyak mengonsumsi protein, bagian dalam sel akan menjadi kotor oleh protein sehingga menyebabkan penurunan fungsi sel.

Usus sebenarnya memiliki fungsi yang berguna untuk memperbaiki proses komposisi protein yang gagal tersebut. Menurut Hiromi Shinya, kita tidak perlu mengonsumsi daging secara berlebih untuk mencukupi kebutuhan protein.

Justru sebaliknya, kita perlu berhati-hati mengonsumsi protein secara berlebih karena dapat memperburuk usus.

Memang, cukup sulit untuk mengubah kebiasaan atau pola pikir yang mengatakan bahwa makan daging itu sehat. Namun, menurut Hinso paradigma ini segera harus diubah.

Ia menyarankan agar kita memperbanyak makan ikan dan kacang-kacangan dan sedikit demi sedikit mengurangi konsumsi daging.

Konsepnya begini, kata Hinso, ganti daging dengan ikan dan mengganti ikan dengan kacang-kacangan. Ilmu tentang nutrisi yang kita ketahui selama ini mengatakan bahwa protein yang terdapat di dalam hewani dan nabati adalah sama. Namun, tentu saja hal tersebut dikatakan tanpa memikirkan beban kerja usus.

Sampai di sini tentu semakin jelas bahwa betapa pun, olahan daging itu menggiurkan, kita perlu menahan diri untuk tidak berlebihan. Ayo jaga pola makan kita yang sebelumnya mungkin kurang sehat, dengan memahami nutrisi yang tepat dibutuhkan tubuh. Salam sehat, semoga bermanfaat!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2