Jambu Biji Merah dan 4 Hal ini Dijagokan Tangkal Covid-19

Klikhijau.com – Di tengah kecemasan yang kian berkecamuk karena Covid-19. Secercah harapan muncul dari jambu biji merah, kulit jeruk, dan daun kelor. Ketiganya dijagokan sebagai kandidat antivirus...

Jambu Biji Merah dan 4 Hal ini Dijagokan Tangkal Covid-19
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Di tengah kecemasan yang kian berkecamuk karena Covid-19. Secercah harapan muncul dari jambu biji merah, kulit jeruk, dan daun kelor.

Ketiganya dijagokan sebagai kandidat antivirus Corona atau Covid-19. Kabar itu datang dari tim peneliti Universitas Indonesia (UI) dan IPB.

Ketiga tumbuhan itu mengandung banyak senyawa. Di antaranya hesperidin, ramnetin, kaempferol, kuersetin, dan mirisetin yang terkandung dalam jambu biji (daging buah merah muda), kulit jeruk, dan daun kelor.

Namun, yang paling direkomendasikan adalah jambu biji merah, sebab senyawanya lebih lengkap, mudah ditemukan, dan mudah dikonsumsi. Jambu biji merah bisa tanpa melalui pengolahan terlebih dahulu.

Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, menjelaskan bahwa jambu biji memiliki kandungan senyawa yang cukup lengkap untuk menangkal penyebaran virus corona atau covid-19.

"Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut," kata Ari dikutip dari ui.ac.id.

dr. Mercola, seorang Ahli Gizi yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat sebagaimana dimuat dalam lama Well menyebutkan, jika dibandingkan dengan nanas dalam jumlah yang sama, jambu biji memiliki protein tiga kali lebih banyak, serat empat kali lebih banyak, dan vitamin C hampir lima kali lebih banyak. Jambu biji juga memiliki lebih banyak kalium daripada pisang dan vitamin A lima kali lebih banyak daripada jeruk.

Cara penelitian ketiga tanaman itu, didasarkan hasil screening terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait mekanisme kerja virus.

Hasil yang ditemukan cukup menggembiran dan memberi harapan, sebab diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi menghambat dan mencegah virus corona.

"Gabungan peneliti multidisiplin melakukan analisis big data dan machine learning dari basis data Herbal DB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI sejumlah 1.377 senyawa herbal," kata Ari dalam siaran pers pada Jumat, 13 Maret lalu.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2