Imlek dan Mitos Hujan Rintik-Rintik

Klikhijau.com - Langit cerah di kota Makassar, sejak tiga hari lalu. Daeng Bunga menuntaskan semua cucian pakaiannya agar bisa ia jemur dengan matahari terik. Hari-hari sebelumnya hujan mengganas dan...

Imlek dan Mitos Hujan Rintik-Rintik
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Begitu juga dengan mitos raksasa Nian. Menurut mereka, mitos raksasa Nian sengaja diciptakan oleh nenek moyang mereka supaya anak-anak tidak pergi jauh-jauh dari rumah di Tahun Baru Imlek.

Sebab di hari tersebut seluruh saudara berdatangan dan berkumpul. Bagaimana anak-anak mau kenal saudaranya kalau keluar dan sibuk bermain.

Nah, dalam mitologi Makassar, hujan turun pada semua bulan yang berakhiran (ere) antara lain Oktob(ere), Novemb(ere), Desemb(ere), Janu(ere) dan Febru(ere). Ere dalam bahasa Makassar berarti air.

Sejak dahulu orang Makassar juga meyakini hujan akan turun di bulan-bulan tersebut. Hal ini dikaitkan pula dengan siklus penanaman di sawah bagi petani. Kalau tidak hujan di bulan (ere), dahulu diyakini disebabkan oleh adanya penyimpangan atau kejahatan besar pada pemimpin atau masyarakat.

Nah, agaknya Februari memang masih bulan hujan sebagaimana persepsi orang Makassar dahulu. Dan kebetulan juga bertepatan dengan Imlek. Ataukah Imlek memang identik dengan hujan dan pelbagai mitos di dalamnya?

Faktanya, hujan turun di tanggal 5 Februari di momen Imlek kali ini, persis seperti dugaan Daeng Bunga.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2