FPIK UMI Terapkan Teknologi Atraktor Cumi-cumi Ramah Lingkungan di Pangkep

Klikhijau.com – Penerapan teknologi untuk membantu manusia dalam memudahkan pekerjaannya adalah hal niscaya. Telah menjadi kebutuhan yang dianggap penting demi mendapat hasil memuaskan dengan pengguna...

FPIK UMI Terapkan Teknologi Atraktor Cumi-cumi Ramah Lingkungan di Pangkep
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Penerapan teknologi untuk membantu manusia dalam memudahkan pekerjaannya adalah hal niscaya. Telah menjadi kebutuhan yang dianggap penting demi mendapat hasil memuaskan dengan penggunaan tenaga yang minim.

Namun, penerapan teknologi bisa pula menjadi boomerang, khususnya bagi lingkungan hidup. Tidak sedikit kerusakan yang terjadi yang disebabkan oleh teknologi.

Hal tersebut disadari oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Dakwah (LPMD) Universitas Muslim Indonesia Makassar.

UMI bekerjasama dengan Menristekdikti melakukan penerapan teknologi atraktor cumi-cumi yang ramah lingkungan.

Kegiatan tersebut  dilakukan di Desa Mattirodeceng, Kabupaten Pangkep yang  merupakan salah satu bagian  dari implementasi tri darma perguruan tinggi bagi dosen, yaitu pengabdian  pada masyarakat.

Penerapan teknologi atraktor cumi-cumi ramah lingkungan oleh tim pengabdi dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UMI Makassar itu diketuai Dr.Ir. Abdul Rauf.

Pengembangan atraktor cumi-cumi bertujuan  memperkaya sumber daya cumi-cumi di suatu kawasan perairan.

Cumi-cumi biasanya memilih kedalaman perairan dan benda-benda yang terdapat dalam perairan untuk meletakkan telurnya.

Cumi-cumi cenderung menempelkan telurnya pada benda berbentuk helaian atau tangkai yang letaknya agak terlindung dan tempat agak gelap.

Nelayan di Desa Mattirodeceng masih pakai metode konvensional

Selama ini, nelayan cumi-cumi di Desa Mattirodeceng, Pangkep masih menggunakan metode konvensional. Yaitu memancing dan mencari lokasi fishing ground dalam kegiatan menangkap cumi-cumi, sehingga  biaya operasionalnya cukup tinggi dengan hasil yang kurang  optimal.

Selain itu, penangkapan dengan cara konvensional  sangat tergantung dengan musim.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2