Dosen Unifa Kenalkan Teknologi IoT untuk Budidaya Maggot di Masjid Nur Rahman Sudiang

Dosen Unifa Kenalkan Teknologi IoT untuk Budidaya Maggot di Masjid Nur Rahman Sudiang
Dosen Unifa Kenalkan Teknologi IoT untuk Budidaya Maggot di Masjid Nur Rahman Sudiang, - Foto: Ist
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Setiap pagi, ribuan ton limbah dapur dari rumah-rumah tangga di Makassar bermuara ke tempat pemrosesan akhir, mempercepat krisis daya tampung sampah perkotaan yang kian mengkhawatirkan.

Pemerintah Kota Makassar telah berulang kali menyerukan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, organik, anorganik, B3, hingga residu agar babak baru pengelolaan sampah berbasis ketahanan lingkungan dapat terwujud.

Namun, tanpa intervensi teknologi yang praktis dan bernilai guna, imbauan pemilahan kerap berhenti di meja makan. Menjawab jurang antara krisis lingkungan dan kebutuhan aksi nyata ini, jajaran akademisi lintas Program Studi (Prodi) dari Universitas Fajar (UNIFA) turun tangan membawa formulasi solusi dari dalam kampus langsung ke pemukiman warga. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), menginisiasi gerakan pengelolaan limbah organik berbasis komunitas. 

Mengusung tajuk “Pemberdayaan Ekonomi Ibu-ibu Majelis Taklim melalui Budidaya Maggot BSF Berbasis Pemanfaatan Sampah Organik Rumah Tangga”, aksi nyata ini digelar pada Ahad, 25 Oktober 2026, bertempat di Masjid Nur Rahman KCVRI-Sudiang.

Dosen UNIFA Edukasi Ibu-Ibu Majelis Taklim Olah Sampah Organik

Pendekatan edukasi ini secara sengaja membidik ibu-ibu Majelis Taklim sebagai garda terdepan aksi perbaikan lingkungan. Tim UNIFA menilai bahwa penguatan ekosistem pengolahan sampah kota tidak akan berjalan efektif tanpa menyentuh manajerial domestik yang dikelola oleh perempuan di rumah tangga.

Ketua tim PKM, Muliana, dari Program Studi Manajemen, menegaskan bahwa posisi ibu-ibu dalam struktur keluarga sangat menentukan keberhasilan transisi ekologis di tingkat tapak.

”Majelis Taklim tidak hanya menjadi wadah pembinaan keagamaan, tetapi juga ruang interaksi sosial, pembelajaran, penguatan solidaritas, dan pemberdayaan keluarga. Aktivitas rumah tangga yang sehari-hari menghasilkan sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan limbah dapur lainnya menjadikan ibu-ibu memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah,” ujar Muliana.

Melalui kegiatan pelatihan ini, sisa dapur yang semula dipandang sebagai beban lingkungan ditransformasikan menjadi pakan utama larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF). Larva aktif ini bekerja cepat mengurai sampah organik dan mengonversinya menjadi biomassa kaya protein tingi.

Guna meruntuhkan anggapan bahwa pengolahan sampah itu rumit dan kotor, tim Peneliti Teknik UNIFA mengintegrasikan pemanfaatan sains modern ke dalam skala domestik. A. Sry Iryani, dosen Teknik Kimia UNIFA, menjelaskan bagaimana sentuhan sains dan alat kontrol cerdas mempermudah kerja-kerja pengolahan sampah warga.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2