Debu Tanah Penutup TPA Tamangapa Beterbangan Resahkan Warga di Tengah Penurunan Pendapatan Pemulung

Debu Tanah Penutup TPA Tamangapa Beterbangan Resahkan Warga di Tengah Penurunan Pendapatan Pemulung
Kepala UPT TPA Tamangapa, Pesawatro (kanan) dan Ketua Yayasan Pabatta Ummi (Yapta-U), Makmur Payabo (kanan) di TPA Tamangapa yang sedang progress sistem sanitary landfill, - Foto: Ist/Klikhijau.com
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Praktik pengurungan tanah dalam sistem sanitary landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa Antang, Makassar, memicu persoalan lingkungan baru di tengah kemarau panjang.

Lapisan tanah yang digunakan untuk menutup tumpukan sampah mengering total akibat sengatan panas ekstrem, lalu menjelma menjadi kepulan debu pekat yang beterbangan hingga mencemari permukiman warga sekitar setiap kali dilintasi kendaraan operasional.

Kondisi tersebut mempertegas kompleksitas dampak penataan TPA Tamangapa saat ini. Kebakaran memang berhasil dihindari sepanjang musim kemarau tahun ini, tetapi sebaran debu tebal di area atas TPA justru menjadi ancaman baru bagi kesehatan masyarakat lingkar TPA.

Ketua Yayasan Pabatta Ummi (Yapta-U), Makmur Payabo, mengungkapkan bahwa partikel tanah kering penutup sampah tersebut dengan mudah membumbung tinggi dan terbawa angin saat truk-truk pengangkut bergerak melintas.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan