Cerita Sebatang Pohon Kelor di Muna yang Berdaun Putih Susu

Klikhijau.com – Suatu hari di pagi hari, Wa Ode Malimua menyadari ada yang tak biasa dengan kelor miliknya. Ketakbiasaan itu membuatnya kaget, sebab daun kelor miliknya itu berubah putih. Pohon kel...

Cerita Sebatang Pohon Kelor di Muna yang Berdaun Putih Susu
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – Suatu hari di pagi hari, Wa Ode Malimua menyadari ada yang tak biasa dengan kelor miliknya. Ketakbiasaan itu membuatnya kaget, sebab daun kelor miliknya itu berubah putih.

Pohon kelor itu tumbuh di tengah perbukitan di Desa Liangkabori, Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna. Awalnya tak ada yang aneh dan istimewa darinya.

Sejak ditanam 17 tahun lampau,  tak ada perubahan mencolok. Namun, tetiba saja sekitar Februari 2019 daun kelor itu berubah menjadi putih sampai saat ini.

Tentu saja perubahan itu  membuat warga geger. Dan tak ada yang tahu penyebabnya apa sehingga daunnya bisa menjadi putih—keluar dari kodratnya.

"Daun dan tangkai pada salah satu batang kelor itu saya lihat berubah jadi berwarna putih. Saya potong, saya kira sakit. Ternyata tumbuh lagi dan tetap berwarna putih," ujarnya.

Wa Ode tak bisa berbuat banyak mendapati kelor miliknya berubah. Ia  hanya bisa pasrah, kelor andalannya tak bisa lagi dikonsumsi dan dijual Padahal, daun kelor itu sudah menjadi sumber sayuran yang dikonsumsi puluhan tahun bersama keluarga.

"Bertahun-tahun saya berjualan daun kelor ini di pasar. Sekarang, saya tak berani," ujar Wa Ode Malimua.

Iya, sejak  daun kelornya berubah warna, ia tak menjual lagi. Padahal, dalam sebulan dia bisa menghasilkan sedikit tambahan biaya dari berjualan daun kelor buat kehidupan keluarganya.

"Sekarang malah saya tak makan lagi kelor saya itu. Takut keracunan," ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Holtikultura Kabupaten Muna, Anwar Agigi mengatakan tumbuhan ini tak dianggapnya berada dalam kondisi yang normal. Namun, belum ada penelitian yang bisa mengungkapkan penyebabnya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2