Cabai Jawa, Tanaman Obat Asli Indonesia yang Kaya Manfaat

Klikhijau.com - Cabai Jawa merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat seperti sirih dan lada. Batangnya bulat dan berkayu dengan panjang mencapai 10-12 meter. Memiliki daunnya dengan jen...

Cabai Jawa, Tanaman Obat Asli Indonesia yang Kaya Manfaat
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Cabai Jawa merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat seperti sirih dan lada. Batangnya bulat dan berkayu dengan panjang mencapai 10-12 meter.

Memiliki daunnya dengan jenis tunggal dan berbentuk bulat telur sampai lonjong. Cabangnya agak lunak dan tumbuh membelit pada pepohonan atau tonggak penyangga. Di setiap ruas akan keluar akar.

Buahnya lonjong dan berukuran kecil-kecil tersusun menjadi satu dalam satu tangkai buah yang panjangnya 2-7 cm. Rasa buahnya pedas dan beraroma dan berwarna cokelat keputih-putihan.

Cabai jawa banyak ditemukan terutama di daerah Jawa, Sumatera, Bali, Nusa Tenggara dan Kalimantan. Daerah sentra produksi utamanya berada di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep), Lamongan dan Lampung.

Hampir sebagian besar masyarakat kenal dengan tanaman ini. Cabai ini selalu digunakan sebagai salah satu bahan penting pada berbagai menu lokal favorit warga Indonesia.

Tanaman ini termasuk tanaman herbal yang memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Saat ini, kebutuhan industri kesehatan akan Cabai Jawa sangat tinggi, namun belum dapat dipenuhi kebutuhannya.

Hal ini disebabkan karena tanaman cabai jawa memang belum banyak dibudidayakan oleh petani.

Apa saja manfaatnya?

Cabai jawa (Piper retrofractum. Vahl), yang termasuk famili Piperaceae merupakan salah satu tanaman obat potensial. Tanaman ini sudah dimanfaatkan sejak zaman dahulu.

Pada tahun 1978, WHO dan UNICEF menetapkan cabai jawa sebagai tanaman yang dipercaya dapat mengobati berbagai macam penyakit.

Dikutip dari Wikipedia, buah cabai jawa memiliki khasiat mengobati obat sakit perut, masuk angin, rematik, tekanan darah rendah, kolera, influenza, sakit kepala, lemah syahwat, bronkitis, dan sesak napas.

Karena itulah, cabai ini banyak dibutuhkan sebagai bahan pembuatan jamu tradisional dan obat pil/kapsul modern serta bahan campuran minuman. Rasa pedasnya berasal dari senyawa piperin dengan kandungan sekitar 4,6 persen.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2