Buroncong, Kue Pinggiran yang Dirindukan

Klikhijau.com – “Kue apa yang paling berat?”. Mungkin kamu pernah dengar pertanyaan itu setiap main tebak-tebakan. Sebagian orang akan langsung tahu jawabannya, buroncong, sebab sangat sering masuk...

Buroncong, Kue Pinggiran yang Dirindukan
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Klikhijau.com – “Kue apa yang paling berat?”. Mungkin kamu pernah dengar pertanyaan itu setiap main tebak-tebakan.

Sebagian orang akan langsung tahu jawabannya, buroncong, sebab sangat sering masuk menjadi “soal”

Kue buroncong dianggap berat karena harus diangkat menggunakan alat sejenis pancu dari tempatnya “dipanggang”

Buroncong merupakan kue khas Sulsel yang sangat banyak ditemukan di pinggir jalan menggunakan gerobak.

Seperti yang saya temukan tadi pagi, Jumat, 30 Agustus 2019 sepulang dari jalan Pettarani, saya menuju Sungguminasa, Gowa dengan melewati jalan Mirah Seruni Makassar.

Tak jauh dari perempatan. Seorang lelaki sedang berdiri. Ia menunggu buroncong pesanannya masak. Saya pun ikut berhenti—ingin membeli.

Ada hal menarik dari penjual buroncong di Makassar dan Gowa, para penjualnya dominan laki-laki. Seperti yang berjualan di jalan Seruni itu, juga laki-laki.

Apa tak ada perempuan yang tahu membuat Buroncong, tentu saja banyak. Tapi barangkali karena media jualannya adalah gerobak yang harus didorong, maka laki-lakilah yang maju berjualan.

“Sudah dua tahun saya jualan di sini,” kata lelaki si penjual buroncong itu, saya tak tanyakan namanya.

Ia berkisah, dulu berjualan di pasar. Dia tak menyebutnya pasar mana, saya juga tak bertanya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2