BKSDA Jatim Evakuasi Monyet Ekor Panjang, Primata Menggemaskan yang Tetap Liar Saat Dewasa

Klikhijau.com – Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) memiliki  penampilan yang lucu dan menggemaskan. Karenanya  banyak orang tertarik memeliharanya, khususnya ketika masih anakan. Namun, bany...

BKSDA Jatim Evakuasi Monyet Ekor Panjang, Primata Menggemaskan yang Tetap Liar Saat Dewasa
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) memiliki  penampilan yang lucu dan menggemaskan. Karenanya  banyak orang tertarik memeliharanya, khususnya ketika masih anakan.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa seiring bertambahnya usia, primata ini akan menunjukkan sifat liarnya.

Saat dewasa, monyet ekor panjang menjadi lebih agresif, sulit dikendalikan, dan membutuhkan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan alaminya. Dalam banyak kasus, pemilik akhirnya kewalahan dan memilih menyerahkan satwa tersebut, seperti halnya yang  di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim).

Dilansir dari laman ksdae.menlhk, seorang warga di Kabupaten Ngawi menyerahkan seekor monyet ekor panjang berjenis kelamin betina. Penyerahan itu dilakukan oleh Arif Mustofa, warga Desa Guyung, Kecamatan Gerih.

Primata  yang jadi salah satu satwa penghuni hutan dan memiliki arti penting dalam kehidupan di alam itu dievakuasi oleh Tim Matawali RKW 05 Madiun, Seksi KSDA Wilayah II Bojonegoro, Bidang KSDA Wilayah I Madiun, Balai Besar KSDA, 10 Februari 2025.

Sebelumnya, monyet tersebut dipelihara oleh seorang warga. Karena alasan tidak sanggup lagi merawatnya, setelah kurang lebih tiga tahun. Akhirnya ia menyerahkannya.

Kecil menggemaskan, besar agresif

Saat dievakuasi, monyet tersebut dalam kondisi hidup dan aktif. Untuk sementara, saat ini  satwa ditempatkan di kandang transit Kantor Bidang KSDA Wilayah I Madiun guna observasi lebih lanjut sebelum diputuskan langkah rehabilitasi dan pelepasliarannya ke habitat yang sesuai.

Selain proses evakuasi, tim Matwali BBKSDA Jatim juga memberikan sosialisasi kepada relawan dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar. Tim mengingatkan bahwa memelihara satwa tanpa memahami kebutuhan alaminya serta tanpa mengukur kemampuan dalam merawatnya dapat merugikan baik pemilik maupun satwa itu sendiri.

“Banyak orang menganggap monyet ekor panjang sebagai hewan peliharaan yang menarik, tetapi mereka tetap satwa liar dengan insting alaminya. Ketika sudah dewasa, mereka dapat menjadi agresif, sulit dikendalikan, dan bahkan berpotensi menularkan penyakit. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan satwa liar sebagai peliharaan,” ujar Rahma Wijayanti, Pengendali Ekosistem Hutan BBKSDA Jatim.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2