Binturong, Musang Besar yang Mirip Kucing dan 5 Fakta Unik Tentangnya

Klikhijau.com – Binturong (Arctictis binturong), dijuluki musang besar karena ukuran tubuhnya termasuk yang paling besar di keluarga musang (Viverridae). Penampakannya juga sangat unik karena memil...

Binturong, Musang Besar yang Mirip Kucing dan 5 Fakta Unik Tentangnya
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Binturong (Arctictis binturong), dijuluki musang besar karena ukuran tubuhnya termasuk yang paling besar di keluarga musang (Viverridae).

Penampakannya juga sangat unik karena memiliki kemiripan dengan kucing atau beruang. Bahkan, bentuk ekornya yang panjang juga menyerupai anjing.

Tubuhnya bisa memanjang hingga 95 cm dengan berat antara 6 kg sampai 14 kg bahkan lebih. Fauna ini memiliki bulu atau rambut panjang di bagian tubuhnya. Warnanya hitam kecoklatan. Bagian rambut paling lebat terutama di bagian ekornya yang mendekati pangkal.

Satwa liar ini tersebar di sejumlah wilayah Asia antara lain: Kamboja, China, India, Laos, Bangladesh, Malaysia, Vietnam dan Thailand. Di Indonesia, spesies ini banyak dijumpai di Jawa, Nias, Riau, Sumatera dan Bangka.

Dalam bahasa Melayu, ia dinamai menturung atau menturun, sedangkan di China dinamai Xiong-Li. Berikut 5 fakta menarik lainnya dari fauna menggemaskan ini selain penampakannya yang mirip kucing:



  • Sering dianggap berkaki lima



Fauna ini sering dinamai hewan berkaki lima. Hal itu karena ekornya yang panjang juga dapat berfungsi sebagai kaki kelima saat memanjat atau berpegangan di pepohonan. Keunikan lainnya adalah ia memiliki semacam kelamin palsu pada binturong betina.


  • Termasuk satwa terancam punah dan dilindungi



Penampakan dan sifatnya yang baik dan menarik membuatnya disukai banyak pencinta fauna. Hal ini pula yang memicu penurunan populasinya setiap waktu akibat perdagangan ilegalnya di mana-mana.

Di Cina, fauna ini tergolong kategori sangat kritis. Di Malaysia dan Indonesia, binturong termasuk langka dan dilindungi.

Status binturong sebagai fauna dilindungi diatur dalam Peratura Menteri LHK Nomor P92 tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20 tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Jenis ini masuk dalam daftar merah IUCN dengan status rentan (Vulnerable, VU), dan daftar CITES dengan status Appendix III.



  • Hidupnya tergantung pada pepohonan



Berdasarkan pengamatan dan hasil penelitian, satwa liar ini dikenal sangat tergantung pada pepohonan. Ketergantungannya pada pohon sangat tinggi karena binturong merupakan jenis satwa arboreal.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2