Bahaya Stunting (Kekerdilan) bagi Kualitas SDM Indonesia

Klikijau.com – Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (TP2AK) menyatakan, faktor lingkungan yang buruk menyumbang 40 persen dari seluruh faktor yang mempengaruhi terjadinya masalah stunting (kekerdilan...

Bahaya Stunting (Kekerdilan) bagi Kualitas SDM Indonesia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Melalui strategi komunikasi, Riskiyana berharap agar masyarakat mempraktikkan perilaku yang diharapkan. Dari hal yang sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun dan tidak membuang air besar sembarangan. Serta konsumsi tablet tambah darah pada ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang anak lewat Posyandu.

Turunkan angka kekerdilan

Abdul Muis Asisten Deputi Perlindungan Sosial dan Penanggulangan Bencana Sekretariat Wakil Presiden mengatakan, pada akhir 2024 pemerintah berupaya menurungkan angka kekerdilan hingga di bawah 20 persen.

Mendorong kerja sama lintas sektor (konvergensi) menjadi salah satu usaha pemerintah dalam menangani kekerdilan. Khususnya di tingkat desa prioritas dan kabupaten-kota. Konvergensi ini dilakukan dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan intervensi di tingkat desa.

“Upaya konvergensi dilakukan untuk memastikan program pemerintah pusat, pemerintah daerah bahkan program tanggung jawab dunia usaha terintegrasi untuk pencegahan 'stunting',” kata Muis.

Dia menjelaskan ada tiga prioritas dalam menurunkan angka kekerdilan yang diprogramkan pemerintah. Meliputi intervensi sensitif dan spesifik kekerdilan, prioritas lokasi, dan target prioritas intervensi pada keluarga terkait 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2