Amartha Tanam 4.000 Mangrove di Pesisir Pulau Tanakeke

Klikhijau.com - PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), microfinance marketplace yang telah berpengalaman lebih dari 12 tahun lewat layanan keuangan inklusif bagi segmen ultra mikro, melakukan konservasi li...

Amartha Tanam 4.000 Mangrove di Pesisir Pulau Tanakeke
Bacakan Artikel

Selain itu, hutan mangrove juga bisa menjaga kualitas air dari kadar polutan sehingga dapat meminimalisir pencemaran air, melindungi wilayah pesisir dari abrasi, hingga menjadi mitigasi bencana seperti tsunami.

Pada dampak ekonomi, hutan mangrove menjadi habitat bagi biota laut yang bernilai ekonomi tinggi, seperti udang, ikan, kepiting, kerang, dan lain-lain. Dengan membangun ekosistem hutan mangrove, masyarakat dapat menjual hasil tangkapan di sekitar hutan mangrove, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Sedangkan pada dampak sosial, kehadiran hutan mangrove dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk bergotong-royong mengembangkan potensi hutan mangrove di sektor wisata lingkungan.

Misalnya dengan membangun potensi eco-tourism atau pariwisata hutan mangrove. Warga dapat menciptakan industri rumah tangga dari hasil pohon mangrove, serta membuka lapangan kerja informal bagi warga sekitar.

Selain program penanaman mangrove, bersama dengan Blue Forest, Amartha juga memberikan pelatihan dan edukasi bagi warga sekitar dalam menjaga ekosistem hutan mangrove dan memanfaatkan hasil olahannya.

Rio Ahmad, Direktur Blue Forest menyampaikan, Blue Forest sangat mendukung program Amartha Lestari dan siap menjalankan kelanjutan dari program ini bersama rekanan kami dari Womangrove.

“Sangat penting untuk terus memberikan pelatihan, pendampingan dan edukasi bagi warga sekitar, supaya mereka dapat bergotong-royong merawat ekosistem hutan mangrove. Program ini memang seharusnya tidak berhenti pada penanamannya saja, tetapi terus berlanjut agar menciptakan dampak bagi warga sekitar”.

Sebagai informasi, pemilihan wilayah Pulau Tanakeke didasari dari hasil riset Amartha yang melihat potensi kepulauan di Sulawesi untuk dikembangkan secara sustainable, salah satunya dengan melakukan konservasi hutan mangrove.

Amartha sendiri telah beroperasi di wilayah Sulawesi Selatan sejak tahun 2019 dan terus menunjukan performa bisnis yang positif dengan jumlah poin operasional sebanyak 128 poin. Lewat akses permodalan, Amartha telah menjangkau lebih dari 120.000 mitra di wilayah Sulawesi yang tersebar di 2.700 desa.

“Program ini merupakan permulaan bagi Amartha untuk terus memberdayakan pelaku ekonomi informal, tidak hanya dengan layanan keuangan inklusif, tetapi juga dengan melakukan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” tutup Aria.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2